"Saya nggak tahu isu mahar. Saya sampaikan gini, (soal) PDIP saya tegaskan, dari dulu saya kenal nggak pernah kena mahar. Cuma saya katakan, ikut Teman Ahok saya lebih enak, nggak perlu keluar duit," kata Ahok kepada wartawan.
Wawancara dengan dilakukan usai Ahok menjadi narasumber seminar publik yang digelar Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Internasional dengan Reformed Theology And Its Contribution To The World di Gedung Reformed Millenium Center Indonesia (RMCI), Jl Industri Blok B14, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu waktu saya jadi calon wakil gubernur juga cuma keluar Rp 75 juta, itu juga masuknya ke rekening gabungan sama Pak Jokowi, waktu baru-baru buka. Partai nggak ada kasih duit, partai nyari sendiri," ujarnya.
Ahok menepis kabar yang menyebutkan dia pernah mengaku dimintai duit miliaran rupiah oleh parpol. Ahok mengatakan pernyataannya cuma pengandaian.
"Yang saya bilang, kalau banyak partai menggerakkan mesin partai, ya misalnya 1 kelurahan Rp 10 juta biayanya, operasional anak ranting Rp 261 juta penduduk Jakarta kalau dikali 10 bulan bisa Rp 26,7 miliar, dan saya bilang kalau harta saya dijual semua ngga mungkin harta saya dapat Rp 26,7 miliar. Ya saya ngga bisa," tuturnya.
"Saya ngomong (soal permisalan biaya itu) ke banyak partai. (Soal) PDIP (marah) mah urusannya dia," imbuhnya. (tor/rjo)











































