"Jangan lupa Ridwan Kamil belum habis di sini. Perjalanan masih panjang. Ketika parpol melirik beliau, kan nggak bisa ngapa-ngapain juga di situ," kata Ramadhan dalam diskusi bertajuk Kontestasi Pilkada DKI di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016).
Ramadhan berkaca pada pernyataan Presiden Joko Widodo saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo yang mengatakan tak akan maju dalam Pilkada DKI 2012 namun atas perintah parpol akhirnya maju. Begitu juga saat menjabat Gubernur DKI, Jokowi saat itu menyatakan tak akan maju Pilpres namun akhirnya maju dan menang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dalam dunia politik, segalanya mungkin terjadi. Maka tidak menutup kemungkinan, Ridwan Kamil yang memiliki popularitas tinggi, akan menyatakan maju Pilkada DKI pada last minute.
"Ini pelajaran dalam politik. Bahwa tidak ada yang stagnan dan selesai," kata Ramadhan.
Sementara Partai Demokrat saat ini belum memutuskan akan mengusung siapa pada Pilkada DKI 2017. Sejauh ini nama yang telah muncul adalah Nahrowi Ramli dan Roy Suryo. Partai Demokrat masih berpikir untuk berkoalisi dengan parpol lain.
"Di Demokrat sudah pengalaman dengan partai lain. Misalnya Gerindra ada Biem dan Sandiaga Uno. Tinggal nomor 1 atau nomor 2, itu pembicaraan lebih lanjut. Kita punya stok untuk DKI 1, ada juga juga pass untuk DKI 2 tergantung strategi domainnya," tuturnya. (kff/dra)











































