3 Kisah Berdarah Oknum Polisi Bunuh Istri dan Anak

3 Kisah Berdarah Oknum Polisi Bunuh Istri dan Anak

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Sabtu, 12 Mar 2016 12:54 WIB
3 Kisah Berdarah Oknum Polisi Bunuh Istri dan Anak
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Keluarga sejatinya disayangi dan dicintai. Namun entah mendung apa yang bergelayut di benak para oknum polisi ini, mereka justru tega mencabut nyawa belahan jiwa bahkan buah hatinya.

Terbaru, kasus yang dialami oknum Brimob Brigadir A di Bekasi, Jawa Barat. Brigadir A menembak mati istrinya AF. Ia lalu bunuh diri namun nyawanya dapat tertolong. Insiden penembakan tersebut diduga dilatarbelakangi masalah keluarga.

Kisah berdarah lainnya, oknum anggota Sat Intelkam Polres Melawi, Kalimantan Barat, Brigadir Petrus Bakus, tega memutilasi dua anak kandungnya di rumah. Ia diduga memiliki penyakit mental yang menyerang otak dinamakan schizophrenia. Petrus mengaku menghabisi buah hatinya demi persembahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa tragis juga menimpa keluarga oknum Bripka Sampai Tua Simanjuntak. Bripka Simanjuntak menembak mati istri keduanya, Ris. Ia memberondong teman hidupnya selama 20 tahun itu dengan lima kali tembakan. Satu tembakan di bagian kepala, empat tembakan lainnya di bagian dada. Bripka Simanjuntak lalu kabur hingga akhirnya dibekuk polisi.

Berikut 3 kisah berdarah itu:

1. Brigadir A Tembak Istri

Foto: Internet
Seorang oknum Brimob, Brigadir A menembak mati istrinya AF. Ia lalu mencoba bunuh diri tetapi gagal. Diduga, insiden tersebut karena persoalan pribadi rumah tangga pasangan suami-istri tersebut.

"Dugaan sementara karena persoalan pribadi, tetapi masih dilakukan pendalaman karena anggota Brimobnya juga kondisinya masih kritis," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal kepada detikcom, Sabtu (12/3/2016).

Informasi yang diperoleh detikcom dari sumber kepolisian, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (12/3) sekitar pukul 02.00 WIB, di rumah A, di Kampung Tegaldanas Tower, Desa Hegarmukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Kejadian berawal ketika sebelumnya, pada Jumat (11/3) malam, Brigadir A keluar rumah dengan menggunakan sepeda motor dengan alasan akan ke lapangan (proyek). Sekitar pukul 23.30 WIB Jumat malam, A kembali ke rumah.

Sampai akhirnya pada pukul 02.00 WIB, dini hari tadi, DH selaku orangtua AF terbangun karena mendengar suara letusan senjata api. DH kemudian melihat anaknya, AF sudah tergeletak bersimbah darah. Tidak jauh dari AF, DH juga melihat menantunya sudah tertelungkup berlumuran daran. Di samping kepala AF terdapat senjata api milik A.

DH kemudian mengamankan senpi tersebut ke atas meja dan menghubungi aparat Polsek Cikarang Pusat. Sekitar pukul 02.15 WIB, A kemudian dibawa ke RS Polri. Namun pada saat hendak dimasukkan ke dalam mobil, A tersadar lalu berontak dan terjatuh di samping korban. Saat ini jenazah AF sudah berada di RS Polri. Sementara A, kondisinya selamat. Ia mengalami luka tembak di bagian kepala dan masih dalam perawatan di Rumah Sakit Polri, Keamatjati, Jaktim.

2. Brigadir Petrus Mutilasi 2 Anaknya

Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo
Anggota Sat Intelkam Polres Melawi, Kalimantan Barat, Brigadir Petrus Bakus, tega memutilasi dua anaknya sendiri di rumah. Diduga, dia memiliki penyakit mental yang menyerang otak dinamakan schizophrenia.

Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto menjelaskan, kejadian berlangsung dinihari tadi sekitar pukul 24.00 WIB, Kamis (25/2/2016) di Asrama Polres Melawi. Dua korban yakni anaknya bernama Febian (5) dan Amora (3).

"Pembunuhan terjadi pada saat istrinya sedang tidur kemudian terbangun saat suaminya mendatangi istrinya dengan membawa parang yang sudah berlumuran darah dengan mengatakan akan membunuh istrinya," kata Arief saat dikonfirmasi detikcom.

"Diduga tersangka mengalami Schizophrenia," sambungnya.

Penyakit mental tersebut diduga jadi penyebab kuat karena sebelum kejadian Brigadir Petrus kerap marah-marah dan mengaku kerap mendapat bisikan. Petrus mengaku melakukan tindakan keji itu untuk persembahan. Ia kini ditahan dan dikenai pasal pembunuhan dan UU Anak.

3. Bripka Simanjuntak

Foto: Chaidir Anwar T/detikcom
Oknum Bripka Sampai Tua Simanjuntak menembak mati istrinya. Dia memberondong istrinya dengan lima kali tembakan. Satu tembakan di bagian kepala, empat tembakan lainnya di bagian dada.

Kejadian berdarah itu terjadi pada Senin (19/10/2015) sekitar pukul 10.00 WIB.Β  Penembakan ini diketahui salah seorang ibu penjual sayur yang sedang melintas di depan rumah pelaku. Rumah pelaku agak jauh dari permukiman warga dan berada di tengah kebun sawit.

Bripka Simanjuntak lalu melarikan diri ke Ketapang hingga akhirnya ditangkap oleh oleh tim gabungan Polres Ketapang dan Polres Rokan Hulu yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Muhamad Irawan pada Jumat (20/11/2015) pukul 09.50 WIB.

Polisi masih mendalami masalah konflik keluarga dalam peristiwa ini.
Halaman 2 dari 4
(aan/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads