Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eli ini berkunjung ke rumah duka bersama Kabag Humas Setdakota, Wirzaini Usman, Kabag Keistimewaan Zahrol Fajri, Camat Baiturrahman, M Rizal S STP dan Keuchik Seutui T Saiful Banta. Ia tiba di sana sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat (11/3/2016).
"Sekarang kita perbanyak doa kepada Allah SWT, anak adalah titipan Allah. Allah sedang memberikan ujian untuk kita," kata Illiza saat memberi semangat kepada orangtua Al-Kautsar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di rumah duka, bunda Eli mengobrol-ngobrol dengan keluarga korban dan menyerahkan bantuan saat rombongan hendak pamit.
Usai mengunjungi rumah duka, Illiza mengatakan, pihaknya akan segera rapat untuk membahas terkait pengamanan di pantai. Untuk tahap awal dibutuhkan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pengamanan pantai dan akan dibahas dalam Rapat Kerja (Raker) Pemko Banda Aceh dalam waktu dekat ini
Selain itu, peranan pemuda dan aparatur gampong, jelasnya akan sangat efektif dalam meminimalisir terjadinya musibah. Hal itu karena pemuda dan aparatur gampong sangat mengenal lokasi pantai yang rawan terjadinya musibah.
"Akan lebih efektif kalau aparatur dan pemuda gampong menjaga sejumlah pantai. Musibah ini harus menjadi I'tibar bagi kita semua," ujar Illiza.
Menurut Illiza, Pemko Banda Aceh juga akan meminta instansi terkait untuk memasang papan pengumuman berupa larangan mandi dan berenang di lokasi-lokasi yang rawan terjadi musibah. (trw/trw)











































