Sinyal Reshuffle Kabinet Jilid II dari Sebelas Maret

Sinyal Reshuffle Kabinet Jilid II dari Sebelas Maret

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 11 Mar 2016 18:13 WIB
Sinyal Reshuffle Kabinet Jilid II dari Sebelas Maret
Foto: Muchus Budi R/detikcom
Jakarta - Presiden Jokowi tiba-tiba mengeluarkan sinyal keras akan mengganti menterinya bila tak sanggup memenuhi target yang sudah ditetapkan. Meski tak secara eksplisit, namun sinyal itu dilontarkan Presiden Jokowi dalam dua hari berturut-turut.

"Kan permintaan saya juga masih wajar di bawah 5 hari. Saya tunggu enam bulan tidak bergerak sama sekali. Akhirnya ada menteri yang saya ganti, yang saya copot. itu masalah dwelling time," kata JokowiΒ  saat peresmian di kawasan industri Cipta Krida Bahari, Cakung, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Pernyataan itu dia sampaikan saat bercerita soal target memangkas dwell time atau waktu bongkar muat di pelabuhan. Saat ini memang dwell time sudah berkurang menjadi sekitar 4 hari, tetapi Jokowi kembali memberi target agar menjadi hanya tiga hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Insya Allah sudah bisa masuk ke angka 3 sehingga efisiensi makin keliatan dan akan saya pantau terus. Jangan sampai ada korban lagi masalah dwelling time. Nggak boleh ada 'korban' lagi. Saya enggak main-main masalah ini," ujar Jokowi kemudian.

Korban yang dimaksud Jokowi merujuk pada menteri yang di-reshuffle. Tahun lalu Jokowi mengganti Menko Maritim Indroyono Soesilo selaku kementerian yang diberi tanggung jawab menuntaskan masalah dwell time. Seperti diketahui Indroyono diganti dengan Rizal Ramli.

Jokowi kembali memberikan wanti-wanti atau peringatan kepada para pembantunya pada hari ini saat memberikan kuliah umum di Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Jokowi menyebut tahun ini adalah era persaingan, maka efisiensi dan kecepatan harus diutamakan.

"Tahun ini akan semakin kita dapatkan. Bagaimana pun nanti caranya. Entah ganti menteri lagi atau gimana nanti," kata Jokowi di hadapan civitas akademik UNS di kampus Kentingan, Jl Ir Sutami, Solo, Jumat (11/3).

Mantan Wali Kota Surakarta itu mengingatkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan secara maksimal di era persaingan. Tetapi kunci untuk memanfaatkan potensi tersebut ada di sumber daya manusianya.

"Keuntungan kompetitif kita punya energi baik fosil dan yang terbarukan. Pangan kita juga punya tapi belum terkelola dengan baik. Strategi manajemen ekonomi kita yang bagus. Perguruan tinggi harus mengambil peran dalam menyiapkan SDM yang kuat. Karena ke depan adalah persaingan individu bangsa kita dengan SDM dari luar negeri," ujar dia. (bpn/tor)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads