Kisah M Idrus, Anak Cilincing yang Tantang Ahok di Pilgub DKI

Kisah M Idrus, Anak Cilincing yang Tantang Ahok di Pilgub DKI

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jumat, 11 Mar 2016 16:51 WIB
Kisah M Idrus, Anak Cilincing yang Tantang Ahok di Pilgub DKI
Foto: M Idrus
Jakarta - PKS memasukkan nama Muhamad Idrus sebagai salah satu bakal calon gubernur yang akan diusung. Namanya disandingkan dengan Sandiaga Uno, Adhyaksa Dault, Yusril Ihza Mahendra, Anis Matta, dan Triwisaksana sebagai calon penantang Ahok. Siapa sebenarnya Idrus?

Idrus adalah pria asli Jakarta. Dia lahir 28 Maret 1978 di kawasan pesisir di Cilincing, Jakarta Utara. "Saya lahir dan besar di Jakarta. Tergantung prasangka kita. Jangan remehkan orang Jakarta, Jangan remehkan wong cilik," kata Idrus saat berbincang dengan detikocm, Senin (11/3/2016).

Dia menuturkan, sejak kecil, dirinya sudah mencari uang dengan berdagang. Di kelas 3 SD, dia mengamati kebiasaan masyarakat kampung nelayan di Utara Jakarta yang melaut untuk mencari ikan. Saat hendak berlayar, banyak balok es yang diangkut ke lambung kapal untuk menjaga ikan tetap segar setiba di pantai setelah berlayar dalam waktu yang cukup lama. Setiap kali mereka mengangkut balok es, banyak pecahan dan serpihan batu es tercecer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Idrus mengatakan dia melihat sisi positif dari ceceran es itu agar tak terbuang sia-sia. Dia mengumpulkannya di kantong plastik untuk kemudian dijual pada ibu-ibu pedagang ikan di pasar tradisional. Satu kantong dihargai Rp 25 rupiah. Nilai yang lumayan besar bagi anak kelas III SD masa itu.

Idrus kecil tak lantas memakai uang hasil menjual pecahan es itu untuk jajan. Jiwa mandiri dan otak kreatifnya berpikir untuk mengumpulkan uang itu sebagai modal bisnis lain. Di wilayah Kalibaru, banyak aktivitas kuli angkut dan nelayan yang bekerja di bawah terik matahari. Keadaan itu ia lihat sebagai peluang untuk mengembangkan bisnisnya. Ia pun memutuskan untuk berjualan es lilin rumahan.

Dari hasil uang yang ia kumpulkan, Idrus meminta bantuan bibinya untuk dibuatkan es lilin dan dibekukan di kulkas rumahnya. Ia menjajakan es lilin itu sepulang sekolah.

Kreativitas bisnis Idrus tak berhenti di masa SD. Ketika menempuh pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 53 Jakarta tahun 1990, beragam hal yang berhubungan dengan bisnis ia coba. Begitu pula saat melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 13 Jakarta, ia berdagang barang apa saja yang dia ambil beli Pasar Ular, sebutan untuk pasar yang berjualan barang-barang impor. Dia beli barang yang menurutnya akan diminati dan laku untuk ia tawarkan pada teman-temannya di sekolah.

Dengan bisnisnya yang terus berjalan, bertambah pula hasil yang ia dapatkan. Namun kebiasaan Idrus tidak berubah. Ia tidak menggunakan uang hasil keringatnya untuk bersenang-senang seperti anak seusianya, melainkan untuk ditabung agar bisa digunakan untuk mencoba bisnis lain.

"Di jenjang pendidikan tinggi, saya sangat mengidolakan mantan Presiden BJ Habibie, jadi saya mengambil studi di Jurusan Metalurgi Universitas Indonesia," ujarnya.

Kini, setelah sukses malang melintang di berbagai usaha bisnis maupun organisasi, Idrus mantab untuk maju dalam pertarungan politik pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 dari PKS.

Idrus yakin, berbekal pengalaman dan sikap positif yang selalu ia terapkan dalam hidup, akan mengantarkannya sukses menghadapi pesta demokrasi warga Ibu Kota. Dia tahu bahwa lawan-lawan politik yang akan ia hadapi dalam Pilgub DKI 2017 cukup berat.

"Kita berdoa takdir yang terbaik. Napoleon pernah bilang, kalau nggak bisa, belajar. Kalau nggak tahu, tanya. Kalau nggak mungkin, coba," imbuh Idrus yang menjual program bersih-bersih 1.000 masjid ini.

(van/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini