"Nilai harta kekayaan saya dalam LHKPN tahun 2010 sebenarnya lebih dari itu," kata Bambang kepada wartawan, Jumat (11/3/2016).
Bambang mengatakan laporan kekayaannya pada 28 Januari 2010 sebesar Rp 24.116.034.728 plus USD 20.095. Kemudian data itu diperbaiki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang dalam laporan awalnya belum mencantumkan soal nilai Perkebunan, Kehutanan, Pertambangan dan usaha lainnya seperti angkutan laut dan udara, surat berharga, serta piutang. Data itu kemudian diperbarui.
"Hal itu karena masih dalam perhitungan pemisahan harta/aset/keuangan pribadi dengan aset/keuanganย perusahaan. Seperti diketahui, biasanya kepemilikan perusahaan tidak sendiri. Di situ juga ada kepemilikan orang lain, utang bank, piutang usaha dan lain-lain. Begitu juga perhitungan nilai saham diberbagai perusahaan yang harus dihitung oleh konsultan," ujarnya.
Bambang menuturkan dia rutin melaporkan peningkatan kekayaannya dalam laporan SPT pajak setiap tahunnya. Dia juga berjanji segera memperbarui LHKPNnya. (tor/van)











































