Saran Kapolda Metro untuk Cegah Sampah Bungkus Kabel: Cek Drainase dan CCTV

Saran Kapolda Metro untuk Cegah Sampah Bungkus Kabel: Cek Drainase dan CCTV

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 11 Mar 2016 15:54 WIB
Saran Kapolda Metro untuk Cegah Sampah Bungkus Kabel: Cek Drainase dan CCTV
Foto: Mei Amelia/detikcom
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian memberi saran dan masukan ke Pemprov DKI terkait kasus sampah bungkus kabel. Para tersangka sudah ditahan. Namun langkah ke depan juga mesti dilakukan.

"Kita minta kepada Pemda untuk segera merealisasi sistem CCTV Kota Jakarta, ini dalam rangka meningkatkan digital security kita, kemanan digital kita," jelas Tito dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (11/3/2016).

Berikut saran dari Kapolda Metro:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kita ingin Pemda melakukan sistem pengawasan drainase secara rutin, jadi petugasnya mengawasi gorong-gorong drainase saluran air sehingga bila terjadi kemampatan cepat untuk diangkat. Termasuk kalau ini dilakukan maka pelaku pencurian ini otomatis akan tidak melakukan, karena di waktu tertentu akan diawasi oleh petugas yang masuk kesana

2. Kita minta DPRD DKI membuat Perda atau Gubernur membuat Pergub tentang pengaturan jaringan sistem di bawah tanah supaya tidak semrawut. Kalau tidak di bawah tanah DKI ini akan muncul tambang-tambang, tambang tembaga, tambang timah, tambang besi dan sebagainya karena kabelnya seliweran banyak sekali, termasuk mana kabel yang sudah tidak layak pakai itu bagaimana untuk mengangkutnya. Diwajibkan perusahaan untuk mengangkut supaya tidak dimanfaatkan pelaku-pelaku seperti ini.



3. Kita minta kepada Pemda untuk segera merealisasi sistem CCTV Kota Jakarta, ini dalam rangka meningkatkan digital security kita, kemanan digital kita, Jakarta masih lemah dalam sistem CCTV oleh karena itu ada program Pak Gubernur 6.000 CCTV kita harapkan segera dieksekusi. Kalau ini dilakukan di titik-titik tertentu termasuk ring satu istana di mana kita temukan pelaku ini beroperasi maka otomatis, mungkin bila perlu CCTV-nya ada di bawah tanah di gorong-gorong itu sehingga semua aktivitas yang untuk kepentingan masyarakat baik Lalin, keamanan, dan lain-lain dapat termonitor sehingga akan cepat bisa diatasi termasuk banjir dan lain-lain.


(mei/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads