Risma di Antara Cinta Warga Surabaya dan 'Panggilan' ke DKI

Risma di Antara Cinta Warga Surabaya dan 'Panggilan' ke DKI

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jumat, 11 Mar 2016 10:34 WIB
Risma di Antara Cinta Warga Surabaya dan Panggilan ke DKI
Foto: Budi Sugiharto/detikcom
Jakarta - PDIP Surabaya mengakui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini adalah salah satu kandidat yang diperhitungkan jadi penantang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI. Namun Risma kabarnya kurang sreg diusung di Pilgub DKI. Risma dilema di antara kecintaan ke Surabaya dan 'panggilan' ke Pilgub DKI?

Adalah Ketua PDIP Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana yang mengungkap Risma sebagai salah satu kandidat yang paling diperhitungkan jadi penantang Ahok. Whisnu pula yang mengungkap Risma tak menghendaki ditugaskan di Pilgub DKI karena masih ingin fokus mengurus Surabaya.

"Sejauh ini Bu Risma sudah menghadap ke Bu Mega memohon agar tidak ditugaskan ke DKI karena masih berat untuk menyelesaikan di Surabaya (amanah), kita lihat saja," kata Ketua PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana pada wartawan di Balai Kota Surabaya, Kamis (10/3/2016) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya Risma yang ingin fokus menyelesaikan tugas di Surabaya, karena warga Surabaya juga begitu cinta kepada Risma. Nyatanya memang Risma menang signifikan tanpa money politics di Pilkada serentak tahun 2015 silam. Whisnu yakin jika Risma pamitan, berat hati warga Surabaya melepas Wali Kotanya itu.

"Saya dan warga Surabaya juga masih gandoli Risma, karena sampai saat ini masih belum permintaan dari DPP,"Β  kata Whisnu.

Namun demikian bagaimana pun Risma adalah kader PDIP. Ada istilah kurang enak di PDIP tapi sulit untuk dielakkan yakni 'petugas partai'. Lalu bagaimana jika Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menugaskan Risma sebagai petugas partai untuk maju Pilgub DKI?

"DPP partai dalam kapasitas memerintah. Kalau bahasanya merintah siapa yang bisa menolak, karena aturannya begitu," ucap Whisnu yang tak lain adalah Wakil Wali Kota Surabaya ini.

"Tapi bagi kader, kalau sudah rekomendasi ya harus dijalankan," tegasnya.

Lalu apakah Risma akan bertahan di Surabaya atau benar-benar ditugaskan melawan Ahok di Pilgub DKI? (van/nrl)


Berita Terkait