Penampilan Hendy itu menjawab tantangan dari penyelenggara yaitu Forum Wartawan Provinsi dan DPRD Jawa Tengah (FWPJT) untuk open mic. Pada awal penampilannya, Hendy terlihat tegang, namun siapa sangka sesaat kemudian wibawanya sebagai Wali Kota seolah hilang dan berubah jadi komika.
"Ide gila luar biasa, biasanya disuruh melayani masyarakat ini disuruh ndagel (melawak)," kata Hendy, Kamis (10/3/2016) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dipanggil-panggil, 'pak Wali, pak Wali'. Terus di depan saya tanya, siapa saya? Di jawab, 'pak Wali'. Siapa namanya? Dijawab, 'Pak Ganjar Pranowo'. Wah, saya sudah kege-eran, yang terkenal ternyata pak Ganjar Pranowo," kata Hendy disusul gelak tawa mahasiswa dan wartawan yang menyaksikan acara.
Candaan terus dikeluarkan oleh Wali Kota Semarang termasuk menggunakan kinerjanya sebagai bahan. Aktifitas twitternya juga dibahas karena pernah ada mahasiswa yang bertanya kapan ia bekerja kalau sering twitter-an.
"Dia bilang, 'kapan kerjanya pak kalau twitter-an terus?'. Saya balik tanya dong, dia mahasiswa, saya tanya, 'kamu twitteran terus kapan lulusnya'. Terimakasih saya Hendrar Prihadi," pungkas Hendy menutup guyonannya.
Usai tampil, Hendy mengaku bersyukur bisa melawati tantangan stand up dan membuat penonton tertawa. Meski demikian, sebenarnya Hendy dalam pidato acara ataupun memberi sambutan, ia biasa menyisipi dengan guyonan untuk mencairkan suasana. Pria asli Semarang itu juga cukup dekat dengan para Komika lokal.
Selain Hendy, ada ketua DPRD Jateng Rukma Setiabudi, Rektor Udinus Edi Nursasongko, Kabiro Humas Pemprov Jateng Sinung Nugroho, sastrawan Prie GS, pengusaha Harjanto Halim, dan GM Star Hotel Benk Mintosih. Rencananya Ganjar dan KH Mustofa Bisri (Gus Mus) juga tampil, namun Ganjar berhalangan dan harus menuju Solo sedangkan Gus Mus masih dalam kondisi sakit.
Beberapa penonton menyayangkan ketidakhadiran Ganjar dan Gus Mus dalam acara dalam rangka Hari Pers itu, namun kekecewaan mereka terobati karena Hendy dan pejabat lainnya ternyata bisa melawak sebagai komika dadakan.
(alg/khf)











































