Hal tersebut disampaikan SBY saat memberi sambutan dalam konsolidasi dengan kader-kader PD di Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (10/3/2016) malam. Ia bercerita mendapat keluhan dari pelaku usaha akan kondisi perekonomian di Indonesia yang saat ini tengah lesu.
"Mohon maaf acara sedikit terlambat, karena saya ada acara tambahan yaitu pertemuan saya dengan dunia usaha yang ada di Banyumas dan sekitarnya," ungkap SBY di lokasi acara yang digelar di Hotel Aston Purwokerto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun lalu tumbuh di bawah 5 persen, jika tahun ini masih tetap dan tidak bisa dinaikkan di atas 5 persen menuju 6 persen maka dampaknya akan kita rasakan antara lain pengangguran dan kemiskinan meningkat. Dan ada persoalan dengan kemampuan rakyat mencukupi kebutuhan sehari-harinya," jelas SBY.
Pria asal Pacitan ini lalu membandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 10 tahun ia memimpin negara. Ia menyadari bahwa memang ada faktor-faktor yang menyebabkan kelesuan ekonomi, namun dapat diatasi dengan perbaikan yang tepat.
"Dulu ketika saya mengemban amanah selama 10 tahun Indonesia, juga mengalami ekonomi yang hampir semuanya karena perekonomian global buruk. Dulu kita bisa atasi, bisa meminalkan dampak kritis," kata Presiden RI ke-6 itu.
"Karena pemerintah, baik pusat maupun daerah, dunia usaha, baik BUMN maupun swasta, termasuk ekonom dan semua pihak itu bekerja sama, bekerja siang dan malam, di bawah kepemimpinan saya langsung dan akhirnya masalah ekonomi dapat kita atasi," imbuh SBY.
Untuk itu PD berharap agar pemerintah Presiden Joko Widodo bisa bergerak cepat untuk mengatasi perekonomian Indonesia yang sedang menurun ini. Sebab jika tidak, dampak buruk akan semakin dirasakan rakyat.
"Ketika ekonomi Indonesia sedang lesu maka negara dan pemerintah harus bertanggung jawab. PD sungguh ingin kelesuan ekonomi ini segera diatasi dan dipulihkan," pinta SBY.
"Alhamdulillah selama 10 tahun rata-rata kita tumbuh 6 persen. Di antara anggota G20, kita tumbuh nomor dua setelah Tiongkok, barangkali sekarang sudah disalip oleh India," tambah dia.
Dengan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen, dalam pemerintahannya, SBY menyatakan kemiskinan berkurang dan pengangguran terus berkurang. Kemudian daya beli rakyat dan income per kapita meningkat, serta dampak positif lainnya.
"Oleh karena itu jangan anggap remeh dengan pertumbuhan ekonomi yang rendah ini maupun kelesuan ekonomi kita," tutur SBY.
"Harus segera diatasi, tadi saya dengarkan apa yang mereka harapkan, saya sampaikan bagaimana ke depan dunia usaha kita," sambungnya.
Usai memberi sambutan pembuka, SBY lalu menggelar pertemuan tertutup dengan fungsionaris DPC PD wilayah Banjarnegara, Cilacap, dan Brebes. Ia meminta pemaparan masing-masing DPC terkait perkembangan proses persiapan Pilkada 2017.
Meski nantinya keputusan untuk pencalonan akan diputuskan DPP, SBY ingin mendengar masukan dari daerah. Keputusan pencalonan menurutnya akan ditetapkan pada waktu yang tepat nanti.
"Nanti pada saatnya akan ada pengambilan keputusan. Yang menentukan calon itu DPP yang saya pimpin sebagai ketum, dan keputusannya bukan keputusan pribadi, atau maunya SBY. Kita ada mekanisme dengan pertimbangan dari tokoh-tokoh inti partai," tutup SBY.
(elz/jor)











































