"Iya si Nintria itu teman SMA saya dulu. Terus kita ketemu di Gandaria. Awalnya cerita biasa aja, saya taunya juga dulu dia suka megang event sekolah. Tapi emang ngakunya kerja di WO," kata Karina di Polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (10/3/2016).
Karina bercerita, saat itu dia memang tengah mencari pihak yang dapat membantu menyiapkan pernikahan. Kemudian dia bertemu dengan Nintria yang sudah dikenalnya sejak zaman SMA. Karina pun tidak menaruh curiga terhadap teman lamanya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan bujuk rayuan, Karina dan calon suami tertarik. Selain itu paket pernikahan yang ditawarkan oleh Nintria terbilang murah.
"Dari dekorasi yang ditunjukin, kita tertarik karena dekorasinya sama seperti yang saya mau. Dia juga nawarin paket sudah termasuk tata rias, seragam, gedung, sama paket bulan madu ke Bali 5 hari gitu," papar Karina.
Bayu yang merupakan calon suami Karina, juga tak menaruh curiga lantaran tergiur dengan penawaran paket pernikahan yang murah. Ia pun mengaku baru tersadar, ketika ingin mengecek kesiapan ke pihak pengelola gedung pernikahan.
"Ya awalnya tergiur dengan harga yang ditawarkan, cukup murah ya sekitar 65 juta paketnya. Baru sadar pas kejadian batal kita nikah, karena setiap mau cek ke pihak gedung selalu dihalangi, ternyata dari pihak gedung nama saya sebagai penyewa tapi baru DP saja RP 5 juta," papar Bayu.
Gara-gara penipuan ini, pernikahan Karina dengan kekasihnya, Bayu yang seharusnya digelar Minggu (6/3) kemarin, batal. Keluarga kedua mempelai pun memilih memundurkan tanggal pernikahan.
Polsek Pasar Minggu sebelumnya lebih dulu menangkap Filipus Defris. Filipus adalah anak buah Nintria yang dipercaya menerima dana dari para korban melalui rekeningnya, dari penyidikan diketahui Nintria merupakan pelaku residivis kejahatan penipuan yang sama.
(faj/faj)











































