Penghina Pemkot Semarang via Medsos Ternyata Dokter, Hari ini Minta Maaf

Penghina Pemkot Semarang via Medsos Ternyata Dokter, Hari ini Minta Maaf

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 10 Mar 2016 18:04 WIB
Penghina Pemkot Semarang via Medsos Ternyata Dokter, Hari ini Minta Maaf
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Hater yang dilaporkan oleh Pemkot Kota Semarang terkait komentar tuduhan kesengajaan kebakaran pasat Yaik Baru kawasan Pasar Johar datang menemui Wali Kota Semarang untuk meminta maaf. Pemilik akun instagram @alaix_kamala itu berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Pria bernama asli Alaix Muna Kamala itu datang ke Balai Kota Semarang didampingi ayah ibunya dan beberapa kerabat. Ia mengenakan kaos garis merah dan masker menutupi hidung dan mulut saat menunggu bertemu dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di lobi.

Alaix dan keluarganya kemudian melakukan pertemuan tertutup selama 10 menit di ruang rapat dengan Hendrar, atau yang akrab disapa Hendy. Setelah itu, pertemuan dilakukan terbuka dan wartawan diperbolehkan masuk. Alaix tidak bicara banyak, ia mengungkapkan permintaan maaf sembari mencium tangan Hendy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mohon maaf pada pak Hendy, pada Pemkot Semarang" kata Alaix, Kamis (10/3/2016).

Tidak ada ungkapan lain dari pria yang berprofesi sebagai dokter itu. Wajahnya terlihat tertekan dan tangannya bergetar. Saat ditanya wartawan ia hanya mengulangi kata-kata permintaan maaf.

Baca: Komentar Kasar, Pemilik Akun Instagram ini Dipolisikan Pemkot Semarang

Menurut ayah Alaix, Ali Mukson, pihaknya meminta maaf sebesar-besarnya karena kesalahan yang dilakukan Alaix. Ali juga menyatakan malu karena dirinya termasuk tokoh agama.

"Kita minta maaf sebesar-besarnya. Salah besar, saya juga malu," kata Ali.

Terkait kasus pidana yang dilaporkan ke Polrestabes Semarang 29 Februari 2016 lalu, Biro Hukum Pemkot, A. Haris mengatakan laporan akan dicabut namun dengan syarat, yaitu meminta maaf lewat media massa seperti yang dilakukan hari ini lewat wartawan, kemudian yang belum dilakukan adalah permintaan maaf lewat media sosial atau menghapus komentarnya.

"Selama belum dilaksanakan, kami tidak akan mencabut, hal itu sudah dilakukan deal bersama dari Pemkot dan pihak keluarga.

Permohonan maaf melalui media massa dan media sosial. Kalau media massa sudah tadi. Tenggat waktu belum dilakukan karena kebijaksanaan Pak Wali," tandas Haris.

Sementara itu Hendy mengatakan pihaknya memaafkan dengan tangan terbuka. Ia menganggap Alaix belum mengetahui kondisi instalasi kabel yang semrawut di Pasar Yaik maupun Johar sehingga terjadi korsleting dan terbakar.Β 

(alg/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads