Ketua PDIP: Justru Ahok yang Meninggalkan Kami

Ketua PDIP: Justru Ahok yang Meninggalkan Kami

Hardani Triyoga - detikNews
Kamis, 10 Mar 2016 16:07 WIB
Ketua PDIP: Justru Ahok yang Meninggalkan Kami
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pilihan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang ingin menempuh jalur independen mendapat pertentangan dari PDIP. Ketua DPP PDIP Hugo Andreas Parreira mengatakan selama ini pihaknya tak pernah menutup pintu terhadap Ahok.

Namun, menurutnya bila mantan Bupati Belitung Timur itu yang justru meninggalkan PDIP.

"Ya selama ini kami tidak pernah menutup pintu gitu loh. Yang meninggalkan PDIP kan Ahok. Kami tak pernah meninggalkan, menutup diri dan tetap terbuka. Tapi, bila dia yang mau pergi, bagaimana?" kata Hugo usai diskusi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia enggan berspekulasi bila kemungkinan Ahok kembali memilih jalur parpol. Menurutnya, sistem yang ada di parpol mesti diikuti mekanismenya.

"Saya rasa kita tidak bisa meraba-raba. Dengan sistem yang ada," tuturnya.

Lantas, bila memang Ahok menempuh jalur independen, maka PDIP siap mengerahkan kader-kader terbaiknya seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sampai Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

"Ada Pak Djarot, Bu Risma, Ada Pak Ganjar. Dan Pak Boy, banyak kader yang siap maju," sebutnya.

Kemudian, dia mengkritisi komunikasi Ahok yang sempat memberikan tenggat waktu terhadap PDIP terkait cawagub Djarot Saiful Hidayat. Proses komunikasi yang berujung ada pernyataan Prasetyo Edi Marsudi bahwa jalur independen yang ditempuh Ahok bisa deparpolisasi terhadap parpol.

"Mendekonstruksi dalam proses, kita akan berhadapan dengan resistensi, dalam pandangan Pak Pras bilang ini ada gejala ini..ini sebenarnya gejala sospol, ini yang terjadi tentu kita tidak mau apa yang kita upayakan," tuturnya.

Lalu, ia tak ingin bila kejadian ini justru publik melihat bahwa Ahok dizalimi PDIP. Menurutnya, publik jangan ambil cerita sepotong.

"Mendapat kesan, saya mau membuat cerita dizalimi parpol. Masyarakat tahu kalau ambil cerita sepotong, Pak Ahok dizolimi PDIP. Kalau mau bilang deparpolisasi, itu gejala, upaya dekonstruksi, Ahok tidak sadar, apakah beliau wayang atau dalang dalam hal ini," tuturnya.

Bila memang ingin menempuh jalur independen maka PDIP menghormatinya. Namun, ia meminta agar Ahok tak menyuguhi cerita sepotong yang justru berujung interpretasi terhadap publik.

"Incumbent beliau punya peluang tapi kalau nggak dimanfaatkan jangan bikin cerita lain, jadi masyarakat disuguhi interpretasi," tuturnya.

(hat/trw)


Berita Terkait