'Balas Pantun' Ahok-Djarot

'Balas Pantun' Ahok-Djarot

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 10 Mar 2016 14:43 WIB
Balas Pantun Ahok-Djarot
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebenarnya ingin menggandeng Djarot Saiful Hidayat ke Pilgub DKI. Sayang jodoh belum di tangan mereka, Teman Ahok tak sinkron dengan PDIP. Kini Ahok dan Djarot seolah berada di posisi bertentangan.

Djarot yang saat ini masih menjabat Wagub DKI memulai lebih dulu. Djarot mengomentari Ahok yang memutuskan maju lewat jalur independen dengan sebuah peringatan keras.

"Saya harus sampaikan pada Pak Ahok, hati-hatilah. Jalur independen rawan untuk digagalkan. Sangat rawan," kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (8/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Djarot semakin menambah ketegangan dengan menyebut menang dari jalur independen tak menyelesaikan persoalan. Karena masih ada lembaga lain yang harus dihadapi yakni DPRD DKI. Mungkin Djarot ingin mempertegas bahwa parpol tak bisa diabaikan begitu saja.

"Ketika pun misalnya menang jalur independen, kan bukan hanya sekadar menang. Pasti selalu berhubungan dengan lembaga yang lain, tidak bisa berdiri sendiri," kata Djarot.

Saat dikonfirmasi terkait peringatan Djarot ini, Ahok tak banyak bicara. Namun kalimat tak kalah keras juga terlontar.

"Nggak, ah. Masa bodoh gua," kata Ahok kepada wartawan usai meresmikan RPTRA Kembangan, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Ahok sebenarnya sudah menyadari besarnya risiko kegagalan di jalur independen. Proses verifikasi KTP dukungan yang rawan diintervensi, dan waktu pengumpulan dukungan ulang duet Ahok-Heru sudah dihitungnya. Dia menempatkan risiko itu sebagai salah satu tantangan terberatnya.

"Tantangan terberat yakni belum pernah ada gubernur yang menang independen. (Terberat) Kedua, kalau ada oknum-oknum KPUD yang enggak profesional, gampang sekali membatalkan independen," kata Ahok, Selasa (8/3) lalu.

Soal kekhawatiran penjegalan ini, Ketua KPU DKI Sumarno memastikan pihaknya bakal bekerja secara profesional dan independen. Ia bahkan menawarkan relawan Teman Ahok nanti mendampingi verifikator KPU DKI pada saat penghitungan suara sehingga bisa menjadi saksi.

"Tadi sudah ketemu Pak Ahok, beliau ketawa-ketawa saja. Kami hanya mengingatkan saja, KPU profesional. Verifikasi yang dilakukan KPU sangat terbuka. Kami menawarkan tim sukses Pak Ahok mendampingi verifikator KPU, jadi nanti dugaan-dugaan jegal atau bermain bisa diminimalisir," ujar Sumarno kepada detikcom, Selasa (8/3/2016) malam.

(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads