Petugas loket tiket menyebutkan jumlah pengunjung Monas mulai pukul 08.00 WIB-11.00 WIB pada Rabu (9/3/2016) ini sudah mencapai 5 ribu orang. Tapi jumlah ini terus meningkat karena masih banyaknya warga yang datang.
Saking ramainya, petugas menutup antrean pengunjung yang hendak naik ke atas tugu. Sebab pengunjung baru bisa naik ke tugu pada sekitar pukul 14.00 WIB meski sudah mengantre sejak pukul 12.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana Monas, Jakarta, Rabu (9/3/2016). Foto: Nathania Riris Michico/detikcom |
Sejumlah pengunjung yang datang memilih Monas menjadi tempat menghabiskan waktu hari libur yang juga bertepatan dengan momen gerhana matahari.
Rindangnya pohon dan panorama Jakarta dari atas tugu Monas mungkin jadi pemikat warga yang memilih menghabiskan liburnya di tempat ini.
Sherly (27) misalnya. Bersama keluarga dia menyaksikan gerhana matahari sebagian pada sekitar pukul 06.30 WIB di Bundaran HI. "Sekarang mau santai di Monas," ujarnya kepada detikcom.
Pengunjung lainnya, Surya sengaja mengajak keluarga bersantai di Monas. Pagi tadi Surya mengaku menyaksikan gerhana dari kediamannya. "Saya lihat dari atap rumah saja, soalnya (kalau) ke mana-mana katanya ramai," ujarnya.
Ramainya pengunjung tentu membuat para pedagang ikut menyemut. Para pedagang air mineral, layang-layang, kipas plastik, balon hingga makanan tradisional ikut nimbrung di tengah keramaian pengunjung.
Suasana Monas, Jakarta, Rabu (9/3/2016). Foto: Nathania Riris Michico/detikcom |
Satpol PP pun harus kerja keras menghalau para pedagang yang memang dilarang berjualan di lokasi ini. Penjagaan ini membuat pedagang seperti Sumyati harus 'kucing-kucingan'.
"Saya sudah mutar-mutar, biar nggak ketangkap," ujar Sumyati yang biasanya berjualan di kawasan Blok-M ini.
(fdn/nwk)












































Suasana Monas, Jakarta, Rabu (9/3/2016). Foto: Nathania Riris Michico/detikcom
Suasana Monas, Jakarta, Rabu (9/3/2016). Foto: Nathania Riris Michico/detikcom