Harap-harap Cemas di Pulau Plun, Titik Paling Timur Gerhana Matahari Total

Harap-harap Cemas di Pulau Plun, Titik Paling Timur Gerhana Matahari Total

AN Uyung Pramudiarja - detikNews
Rabu, 09 Mar 2016 06:36 WIB
Harap-harap Cemas di Pulau Plun, Titik Paling Timur Gerhana Matahari Total
Foto: uyung/detikcon
Halmahera - Menjelang gerhana matahari total, mendung tebal masih menggelayut di perairan Pulau Plun, Halmahera Timur. Wisatawan dan ilmuwan harap-harap cemas menantikan penampakan sang surya.

Pantauan pukul 08.00 WIT di dermaga Pulau Plun, sudah ada 5 kapal pesiar dan satu pesawat amfibi yang merapat. Data hari sebelumnya, sudah 200 orang mendarat di pulau yang juga dijuluki sebagai 'bird island' ini.

Cuaca berawan sejak subuh, bahkan gerimis sempat turun sekitar jam 07.00 WIT. Para ilmuwan dari University of Hawaii Instistute of Astronomy dan lembaga antariksa Amerika Serikat NASA, tampak sibuk menyiapkan alat di sekitar dermaga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegelisahan tersirat dari raut muka sebagian ilmuwan, yang memang menunggu momen langka tersebut. Salah seorang ilmuwan yang mencemaskan cuaca adalah Achut Reddy dari NASA.

"Kalau hanya awan tipis tidak masalah. Tapi kalau mendung, yah it's a total waste," ujarnya saat ditemui di Pulau Plun, Rabu (9/3/2016).

Achut dan timnya melakukan pengamatan terhadap aktivitas elektron pada korona atau lapisan terluar matahari. Mereka membandingkan ukuran, bentuk, kecepatan, dan suhu elektron korona matahari dengan kondisi tahun sebelumnya.

Selain di Pulau Plun, NASA juga melakukan pengamatan di Pandopo Teluk Maba, Halmahera Timur. Sedangkan tim dari University of Hawaii juga menempatkan tim pemantau si Lantai 2 Kantor Bupati Maba. (up/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads