Pemantauan detikcom, kapal pesiar warna putih ini merapat di Pelabuhan Ternate, Selasa (8/3/2016) pagi. Hingga menjelang malam, kapal pesiar ukuran besar berbendara Singapura ini masih bersandar di pelabuhan.
Ribuan warga asing yang dibawa kapal pesiar ini kemudian jalan-jalan berwisata menuju tempat-tempat bersejarah, seperti peninggalan benteng-benteng peninggalan Portugis dan Belanda. Mereka juga menikmati keindahan pantai-pantai di Ternate.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wisatawan Hingga Peneliti Asing
Selain wisatawan asing yang dibawa kapal pesiar asal Singapura, para wisatawan asing juga datang ke Ternate dengan pesawat. Yuska, wisatawan asal Tokyo, Jepang, yang datang ke Ternate dengan pesawat Sriwijaya Air dari Jakarta, mengaku sudah merencanakan jauh-jauh hari ke Ternate.
Yuska, yang seorang insinyur dan bekerja di sebuah perusahaan alat-alat kesehatan di Tokyo itu datang ke Ternate hanya untuk melihat GMT. "Tujuan utama saya datang, melihat gerhana Matahari. Ini momentum langka," kata Yuska.
Wisatawan dan peneliti Jepang ingin menyaksikan gerhana matahari (Arifin Asydad/detikcom). |
Yuska sudah memesan tiket pesawat dan hotel di Ternate jauh-jauh hari. Dia mengaku masih beruntung dapat hotel kelas melati. "Teman saya, kemarin-kemarin mencari, sudah tidak dapat hotel," kata dia.
Kunjungan ke Ternate, bagi Yuska, merupakan kunjungan ketiga kalinya ke Indonesia. Sebelumnya Yuska sudah pernah ke Bali dan Yogya.
Wisatawan dan peneliti Jepang ingin menyaksikan gerhana matahari (Arifin Asydad/detikcom). |
Selain wisawatan, para ilmuwan dari banyak negara juga datang ke Ternate. Salah satu tim peneliti dari NARIT (National Astronomical Researc Institute of Thailand).
Tim NARIT dipimpin oleh kepalanya, Prof Dr Kittichai Wattanikorn. Saat ditemui detikcom, Kiitichai mengaku ke Ternate ingin meneliti GMT.
"Saya bawa banyak tim ke sini. Tim awal kami sudah datang lebih dulu," kata dia yang didampingi para peneliti dari Thailand yang terbang ke Ternate menggunakan Sriwijaya Air.
Para peneliti Indonesia juga berdatangan ke Ternate. Selain dari LAPAN,Β juga ada dari berbagai universitas. Sejumlah peneliti yang mengenakan seragam 'Phyisic ITS' dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya juga berdatangan ke Ternate.
Wisatawan dan peneliti Jepang ingin menyaksikan gerhana matahari (Arifin Asydad/detikcom). |












































Wisatawan dan peneliti Jepang ingin menyaksikan gerhana matahari (Arifin Asydad/detikcom).
Wisatawan dan peneliti Jepang ingin menyaksikan gerhana matahari (Arifin Asydad/detikcom).
Wisatawan dan peneliti Jepang ingin menyaksikan gerhana matahari (Arifin Asydad/detikcom).