"Kami siap pantau semua kapal-kapal saat gerhana nanti. Kita juga akan cek lewat satelit, ga boleh ada kapal-kapal nakal ikutan beredar," tutur Laksma Maritim Sucipto, S.H, M.H, Direktur Diklat Bakamla RI di restoran Lemadang, Selasa, (8/3/2016).
Dalam diskusi yang diselenggarakan khusus untuk para Laskar Gerhana detikcom ini juga hadir pembicara lain dari Bakamla RI, yaitu Laksma Maritim Drs Arifin, M.A yang menjabat sebagai Direktur Pengkajian dan Pengembangan. Turut hadir Pula perwakilan BMKG, Jaya Murjaya dan Kadisbudpar Belitung, Hermanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Laksma Sucipto, mengamati gerhana di atas kapal laut akan lebih mudah mengakses internet. Berbeda dengan di darat yang dipastikan akan sangat ramai dan sinyal akan menjadi barang rebutan.
"Kita bayangkan di kapal, misalnya kita kehilangan sinyal. Kapal muter bisa nyari sinyal sendiri. Jadi saya prediksi lebih aman sinyal di laut dibanding dengan sinyal di darat saat gerhana," tambah dia.
Bakamla RI sendiri salah satunya adalah membantu Basarnas jika terjadi sesuatu yang tidak diduga terjadi di lautan. Mereka akan berkoordinasi dengan Basarnas dan siap menyediakan kapal dan awaknya, misalnya untuk pencarian korban tenggelam.
Bakamla sendiri telah memiliki peralatan yang canggih untuk melakukan patroli laut setiap harinya. Mereka memiliki tugas pokok, membantu menjaga keamanan laut Indonesia dari gangguan dan ancaman.
(Hbb/Hbb)











































