Sejak 1945-2045, Indonesia Hanya Dilewati 9 Gerhana Matahari Total

H-1 Gerhana Matahari Total di Indonesia

Sejak 1945-2045, Indonesia Hanya Dilewati 9 Gerhana Matahari Total

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Selasa, 08 Mar 2016 20:32 WIB
Sejak 1945-2045, Indonesia Hanya Dilewati 9 Gerhana Matahari Total
Foto: Yudhistira Amran Saleh
Ternate - Besok di Ternate, Maluku Utara akan mengalami gerhana matahari total (GMT). GMT ini terjadi setelah 33 tahun yang lalu.

Sebelumnya GMT pernah terjadi di tahun 1983. Tapi tahukah anda, bahwa sebenarnya dari tahun 1945 hingga 2045, Indonesia akan mengalami 9 GMT saja.

Hal itu diungkapkan oleh Clara Yono Yatini selaku Ketua Panitia Nasional Gerhana Lapan saat acara Sosialisasi Gerhana Matahari di Resto Royal, Ternate, Maluku Utara, Selasa (8/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kita dalam kurun waktu 1945 hingga 2045 hanya akan mengalami 9 gerhana matahari total. Jadi dalam satu abad hanya ada 9 gerhana matahari total di Inonesia. Jadi sayang bila besok Anda lewatkan momen tersebut," kata Clara Yono Yatini.

"Selain itu kita juga hanya bisa menyaksikan 18 kali gerhana matahari sebagian dan 6 kali gerhana matahari cincin di Indonesia," lanjutnya.

Sementara itu menurut public figure dan aktivis Melanie Subono, dirinya sangat menyayangkan bila banyak orang yang mengabaikan gerhana matahari total. Karena peristiwa yang jarang terjadi ini hanya terjadi di Indonesia.

"Kebayang gak sih lo? Lo malah cari hiburan lain di saat gerhana matahari ini. Padahal kejadiannya gak sering-sering banget. Dan ini cuman terjadi di negara kita, Indonesia. Masa kalah sama orang bule. Mereka dari negara mana-mana datang ke Ternate hanya untuk menyaksikan gerhana matahari sedangkan kita?" ucap Melanie.

Melanie pun telah mengkampanyekan gerhana matahari total sejak beberapa bulan lalu kepada teman-temannya. "Karena gua cinta Indonesia. Dan karena ini terjadinya di Indonesia, gua harus saksiin gerhana ini. Dan gua bakal sebarin ke teman-teman yang gak nonton," imbuhnya.

Acara Sosialisasi Gerhana Matahari ini diselenggarakan oleh detikcom yang bekerja sama dengan Sriwijaya Air, Bakamla, Lapan, dan BMKG. Dan acara ini langsung dihadiri oleh Pemimpin Redaksi detikcom Arifin Asydhad, dan para pejabat Bakamla serta Lapan. (yds/Hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads