Sebelumnya GMT pernah terjadi di tahun 1983. Tapi tahukah anda, bahwa sebenarnya dari tahun 1945 hingga 2045, Indonesia akan mengalami 9 GMT saja.
Hal itu diungkapkan oleh Clara Yono Yatini selaku Ketua Panitia Nasional Gerhana Lapan saat acara Sosialisasi Gerhana Matahari di Resto Royal, Ternate, Maluku Utara, Selasa (8/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu kita juga hanya bisa menyaksikan 18 kali gerhana matahari sebagian dan 6 kali gerhana matahari cincin di Indonesia," lanjutnya.
Sementara itu menurut public figure dan aktivis Melanie Subono, dirinya sangat menyayangkan bila banyak orang yang mengabaikan gerhana matahari total. Karena peristiwa yang jarang terjadi ini hanya terjadi di Indonesia.
"Kebayang gak sih lo? Lo malah cari hiburan lain di saat gerhana matahari ini. Padahal kejadiannya gak sering-sering banget. Dan ini cuman terjadi di negara kita, Indonesia. Masa kalah sama orang bule. Mereka dari negara mana-mana datang ke Ternate hanya untuk menyaksikan gerhana matahari sedangkan kita?" ucap Melanie.
Melanie pun telah mengkampanyekan gerhana matahari total sejak beberapa bulan lalu kepada teman-temannya. "Karena gua cinta Indonesia. Dan karena ini terjadinya di Indonesia, gua harus saksiin gerhana ini. Dan gua bakal sebarin ke teman-teman yang gak nonton," imbuhnya.
Acara Sosialisasi Gerhana Matahari ini diselenggarakan oleh detikcom yang bekerja sama dengan Sriwijaya Air, Bakamla, Lapan, dan BMKG. Dan acara ini langsung dihadiri oleh Pemimpin Redaksi detikcom Arifin Asydhad, dan para pejabat Bakamla serta Lapan. (yds/Hbb)











































