Besok, keduanya akan membawa Laskar Gerhana detikcom untuk berburu gerhana di laut lepas. "Kapal ini fasilitasnya cukup bagus. Harapan saya, Laskar Gerhana bisa menikmati gerhana matahari total," kata Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI, Laksamana Pertama Maritim Wuspo Lukito dalam acara Sosialisasi Gerhana Matahari di Royal Cafe & Resto, Kalumpang, Ternate, Selasa (8/3/2016).
(Baca juga: Begini Penampakan Kapal Bakamla dan Fasilitasnya)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko menjelaskan, wilayah perairan Indonesia dibagi menjadi tiga. Di bagian barat dibangun stasiun di Batam, bagian tengah ada stasiun di Manado, sedangkan di wilayah timur ada stasiun laut di Ambon.
Fungsinya, kata Eko, untuk search and rescue maritim, menindak pencurian ikan, monitor polisi laut, dan maritime safety broadcast ke seluruh kapal. "Kalau ada perompakan atau kecelakaan bisa memancarkan distress itu akan terpantau di stasiun bumi kita," ujarnya.
Selain pembicara dari Bakamla, talkshow gerhana ini juga menampilkan Ketua Panitia Nasional Gerhana dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Clara Yono Yatini dan Pemimpin Redaksi detikcom Arifin Asydhad.
Arifin mengatakan, pasda 1983 gerhana dianggap menakutkan. "Tak boleh ada yang keluar rumah," ujarnya.
Namun sekarang pandangan terhadap gerhana sudah berubah, bahkan masyarakat antusias menyambutnya, bahkan Kementerian Pariwisata menjadikannya sebagai daya tarik wisata. "Nah, sekarang saatnya menyaksikan gerhana matahari yang sebenarnya tidak menakutkan," kata Arifin.
(Baca juga: Gerhana Matahari Kini Tak Lagi Menyeramkan)
Ingin menyaksikan gerhana matahari total tapi tak bisa ke kota-kota yang dilintasinya? Bekerja sama dengan BMKG, detikcom menayangkan live streaming gerhana mulai pukul 06.30 WIB. Kirimkan juga foto gerhana keΒ
(okt/okt)











































