Peringkat Korupsi RI di Era Presiden SBY Sulit Berubah
Minggu, 13 Mar 2005 17:07 WIB
Jakarta -
Republik Indonesia (RI) dinobatkan sebagai negara paling korup di Asia. Bila tidak ada gebrakan yang luar biasa di pemerintahan SBY, maka diperkirakan peringkat korupsi di Indonesia akan sulit berubah. Penilaian ini disampaikan anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Almuzammil Yusuf kepada detikcom, Minggu (13/3/2005). Muzammil menanggapi hasil Survei Political and Economic Risk Consultancy Ltd. (PERC) yang menempatkan Indonesia sebagai negara yang paling banyak terjadi tindakan korupsi. "Peringkat korupsi di Indonesia tidak bisa diharapkan akan banyak berubah di era SBY, jika presiden SBY sebagai simbol, plus jaksa agung, kapolri, KPK dan para hakim masih memerangi korupsi dalam retorika normatif," kata Muzammil. Muzammil mengaku, sebagian di antara mereka memiliki teladan yang 'bersih'. "Namun, mereka kurang bernyali dalam melakukan pembersihan korupsi besar-besaran," ujar dia. Yang dimaksud pembersihan korupsi besar-besaran, menurut Muzammil, adalah pembersihan korupsi internal di pemerintahan, termasuk kasus korupsi stok lama yang dilakukan pejabat eselon 1 dan 2. "Tanpa itu, pernyataan perang melawan korupsi hanya permainan citra dan media semata," kata dia.
(asy/)










































