Presiden Diminta Maklumatkan Perang dengan Malaysia

Presiden Diminta Maklumatkan Perang dengan Malaysia

- detikNews
Minggu, 13 Mar 2005 16:47 WIB
Solo - Wakil Ketua DPR RI Zaenal Ma'arif mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera memaklumatkan perang dengan Malaysia. Salah satu alasan yang disampaikan zaenal, antara lain bahwa Malaysia memang sudah mempersiapkan berbagai skenario matang untuk merongrong kedaulatan RI."Tidak ada perundingan atau diplomasi lagi dengan Malaysia yang nyata-nyata telah melecehkan harga diri kita sebagai bangsa yang berdaulat. Setelah menyakiti para TKI yang telah diperas tenaganya untuk membangun negerinya, kini Malaysia menjalankan rencana berikutnya yaitu hendak mencaplok wilayah kita," ujar Zaenal kepaa wartawan di Solo, Minggu (13/3/2005).Menurut Zaenal, arogansi Malaysia itu adalah sebuah skenario besar yang telah dipersiapkan matang. Jika Indonesia masih bersedia menyelesaikannya di meja perundingan maka sesungguhnya telah terjebak dalam skenario Malaysia. Apalagi saat ini Indonesia tidak memiliki diplomat yang memadai. "Hasan Wirajuda telahterbukti gagal dalam kasus Sipadan dan Ligitan," ketusnya.Dikatakan pula oleh Zaenal, dari 1.300 pulau di Indonesia baru 7.000 pulau yang teridentifikasi. Sedangkan 6.000 pulau lainnya hingga saat ini masih belum terurus karena kesalahan kebijakan Pemerintah di masa lalu. Pulau-pulau tersebut saat ini menjadi incaran negara-negara tetangga, terutama Malaysia, dalam sebuah sebuah skenario global untuk merongrong kedaulatan RI.Tentang kapan seharusnya Yudhoyono memaklumatkan perang, Zaenal mengatakan harus secepatnya. Hal itu mengingat bahwa semakin menunda waktu akan semakin memperbesar kepercayaan diri Malaysia untuk bertindak arogan. Zaenal bahkan menyarankan maklumat itu diumumkan di Gedung DPR/MPR, Selasa pukul 00.00 WIB,usai rapat konsultasi Presiden dengan DPR.Selanjutnya, pada Selasa pagi kekuatan TNI dari tiga angkatan yang diperkuat oleh Polri telah dikonsentrasikan di wilayah perbatasan RI - Malaysia. Kekuatan TNI dan Polri itu ditambah dengan pengiriman ribuan sukarelawan yang telah mendaftar di berbagai kota, yang dinilai Zaenal memiliki tekad nasionalisme yang kuat. "Saya juga telah mendaftarkan diri sebagai relawan," ujarnya.Minggu pagi tadi Zaenal memang turun ke jalan bergabung dengan massa yang menggelar aksi dukungan konfrontasi dengan Malaysia di Bundaran Gladag, Solo.Aksi itu digelar oleh Gerakan Masyarakat Anti-Arogansi Surakarta (Gemar's). Selain tampil memberikan orasi, Zaenal juga mendaftarkan diri sebagai sukarelawan yang dibuka oleh Gemar's yang telah mengklaim mendaftar 300 orang sukarelawan. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads