Mahyudin: Ical Gentle, Munas Golkar Digelar Tahun Ini

Mahyudin: Ical Gentle, Munas Golkar Digelar Tahun Ini

Hardani Triyoga - detikNews
Selasa, 08 Mar 2016 15:18 WIB
Mahyudin: Ical Gentle,  Munas Golkar Digelar Tahun Ini
Foto: Dok Mahyudin
Jakarta - Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang membatalkan pelaksanaan Munas Golkar kubu Agung Laksono. Kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie (Ical) dinyatakan sah oleh MA.

Namun, bakal calon ketua umum Golkar Mahyudin yakin Ical tak akan berubah sikapnya soal munaslub yang akan digelar sebelum pertengahan tahun ini. Keyakinan tersebut setelah Mahyudin bertemu langsung dengan Ical pada Senin kemarin.

"Kemarin saya ketemu ARB (Aburizal Bakrie-red). Dia berkomitmen untuk tetap melaksanakan munas tahun ini. Saya rasa dia gentle, mempertunjukkan sikap negarawan dalam kepentingan partai," kata Mahyudin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut Ical ingin munas sebaiknya digelar sebelum bulan Ramadan tahun ini atau sekitar Mei 2016. Bila pun telat, Ical menginginkan munas digelar bulan Juli.

"Dia menyampaikan kepada saya. Ancar-ancarnya Mei sebelum Ramadan. Kalau tak sempat ya setelah Ramadan, sekitar bulan Juli," sebutnya.

Mahyudin menuturkan, pelaksanaan munas harus menjadi perhatian mengingat sebagai solusi penyelesaian konflik internal Partai Beringin. Bila Golkar tak segera berbenah maka dikhawatirkan akan menjadi organisasi masyarakat (ormas).

"Yang saya pikirkan adalah masa depan partai. Karena Golkar harus terus sesuai dengan cita-citanya bagaimana tujuan Golkar itu. Kalau Golkar ditinggal pemiliknya, maka bisa jadi ormas. Makanya kita harus memikirkan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi," ujarnya.

Sejauh ini, Mahyudin menyatakan siap maju sebagai calon ketum. Diperkirakan sudah 260 suara dukungan secara lisan yang mendukungnya maju menjadi calon ketum. Dia yakin prahara Golkar ini segera selesai dan secepatnya digelar munas.

"Kita siap maju. Enggak ada istilah mundur. Sejauh ini sudah 260 termasuk DPD II, 15 provinsi itu secara lisan. Kami enggak pakai surat tulis," paparnya.

(erd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads