"Orang itu berdagang di dekat pintu keluar stasiun. Terus ada seseorang yang menegur, 'Jangan berdagang di situ, nanti orang yang mau keluar dari stasiun kesusahan'," cerita Titi, pedagang minuman di sekitar Stasiun Tanah Abang, saat ditemui di lokasi, Selasa (8/3/2016).
Teguran yang dilontarkan I dan temannya berinisial B, membuat si pedagang baju naik pitam. Dia balik membalas teguran tersebut. "Emang di sini tempat nenek moyang lo?" ujar Titi menirukan perkataan pedagang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa saat kemudian, datang 4 orang ke lokasi kejadian. Mereka mencari dua orang yang sebelumnya memukul pedagang baju.
"Awalnya datang 4 orang ke pintu keluar stasiun. Mereka mencari orang yang memukul di sana. Terus karena langsung mukul, di sana jadi ramai," ujar petugas Satpol PP, Heriyanto tak jauh dari lokasi kejadian.
Keributan membesar karena banyak orang yang terlibat. Tampak pula beberapa orang membawa balok kayu dan besi batangan.
"Sebelumnya saya melihat ada 3 anggota Brimob dan satu orang Marinir dari keamanan stasiun yang coba membubarkan keributan. Tapi karena begitu ramai, tetap saja ribut," ujar Heriyanto.
Polisi juga mengeluarkan tembakan peringatan untuk melerai keributan dua kelompok. Namun tetap saja perkelahian berlanjut.
"Keributannya hampir setengah jam. Keributan selesai setelah salah satu korban pengeroyokan dibawa ke Polsek Tanah Abang dengan menggunakan mobil kerangkeng Satpol PP," tutur Heriyanto yang ikut membawa korban tersebut.
Beruntung tidak ada 'kode' perkelahian dengan membunyikan tiang listrik saat terjadi keributan. Sebab menurut Heriyanto kode bunyi tiang listrik ditandakan untuk memanggil orang-orang sekitar berkumpul.
"Untung enggak ada yang membunyikan tiang listrik. Kalau sudah mukulin tiang listrik, itu udah jadi kode alam. Mereka bisa keluar semua, tiang listrik di Tanah Abang juga bisa bunyi semua. Itu yang tadi dibilang sama preman ke saya," katanya.
Saat ini situasi di kawasan Jatibaru, Tanah Abang, sudah kembali normal. Sekitar 20 petugas Satpol PP masih berjaga di sekitar stasiun.
Sementara itu Kapolres Jakpus, Kombes Hendro Pandowo sebelumnya mengatakan ada dua orang yang jadi korban pengeroyokan yakni Irwan dan Hadi Ristiadi. Pengeroyokan diduga dipicu pemalakan terhadap pedagang.
"Hal ini dipicu karena adanya ada sekelompok warga yang meminta uang kepada para pedagang," ujar Hendro.
Satu orang pelaku pengeroyokan yang juga pedagang yakni Aldi sudah diamankan ke Mapolsek Tanah Abang. "Barang bukti 4 potongan kayu tiang meja dan 2 potongan besi," sebut dia. (fdn/hri)











































