"Kami berkumpul menikmati gerhana matahari total," kata Roderick, turis asal Seattle, Amerika Serikat, kepada detikcom di Bukit Soeharto, Selasa (8/3/2016).
Roderick mengatakan, ia telah tiba di Sulawesi Tengah sejak tiga hari lalu. Tapi ia tak hanya datang demi melihat gerhana matahari total.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini mereka mendirikan panggung yang di sisi bukit yang menghadap ke Kota Palu. Pada malam hari akan terlihat kerlip lampu Kota Palu dari tempat itu. "Bersama teman-teman, bersenang-senang," kata Roderick.
Turis asing di Bukit Soeharto, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (N. Khafifah/detikcom) |
Roderick juga menjual kaos-kaos bertema gerhana matahari total. Lapak kaus miliknya berdiri di antara warung-warung milik penduduk lokal yang menjual makanan, kudapan, dan minuman.
Acara khusus seperti yang diadakan Roderick bukan satu-satunya di Sulawesi Tengah. Pengelola event organizer di Palu kebanjiran pesanan menggelar acara terkait gerhana. "Ramai sekali sekarang. EO banyak kebanjiran order. Hotel-hotel sudah penuh," kata John, warga Palu, kepada detikcom.
Selain di Bukit Soeharto, lokasi pengamatan gerhana matahari total di Sulawesi Tengah juga ada di lapangan Kotapulu, Palu. Lapangan ini menjadi pusat pengamatan gerhana di Palu.
(Baca juga: 14 Teropong Disiapkan untuk Amati GMT di Palu)
Anda menyaksikan gerhana matahari total dan parsial pada 9 Maret 2016? Kirim fotonya ke ke redaksi@detik.com disertai nama dan nomor kontak atau ke pasangmata.com. Jangan lewatkan juga live streaming gerhana matahari di detikcom mulai 06.30 WIB. (okt/okt)












































Turis asing di Bukit Soeharto, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (N. Khafifah/detikcom)