Hingga pagi ini, Selasa (8/3/2015), tim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, tampak masih mengecek peralatannya di Pendopo Teluk Maba. Pengecekan dan penyetelan teleskop oleh kedua lembaga ini sudah berjalan sejak kemarin.
Komunitas Langit Selatan bersiap mengamati gerhana matahari total di SMKN 1 Maba. (Uyung/detikcom) |
Sementara itu SMKN 1 Maba, ada komunitas astronom amatir Langit Selatan yang bersiap mengamati gerhana dengan teleskop dan kamera lubang jarum yang dibuat dari kardus bekas.
Komunitas ini juga menyiapkan solarscope, yakni kotak kecil dilengkapi lensa untuk membiaskan cahaya matahari dan cermin untuk memproyeksikannya ke layar kecil sehingga aman untuk dilihat dengan mata telanjang. Menariknya, bayangan matahari yang tertangkap oleh solarscope sederhana ini sangat detail. Bahkan, solar spot atau bintik matahari bisa terlihat dengan jelas.
Alat solarscope di Maba (Uyung/detikcom) |
Komunitas ini juga menjelaskan soal gerhana matahari besok kepada masyarakat setempat. Mereka nantinya bisa ikut mengamati gerhana bersama Langit Selatan.
Sejumlah akademisi juga akan mengamati gerhana di halaman Kantor Bupati Halmahera Timur. Sebagian ilmuwan juga bersiap di Pulau Plum atau disebut juga Pulau Tengah, yang berjarak satu jam perjalanan dengan speedboat dari Maba.
Kerja bakti persiapan gerhana matahari total di kawasan Pantai Sangaji, Maba (Uyung/detikcom) |
Perayaan menyambut gerhana di Maba akan dipusatkan di Dermaga Pantai Sangaji. Pagi ini ratusan warga bersama-sama dengan aparat TNI kerja bakti membersihkan pantai. "Akan ada perayaan di sini, sekitar 1 jam atau 1,5 jam sebelum gerhana," kata M Lutfi Abdul Kadir, Kepala Dinas Perhubungan Kota Maba. (up/okt)












































Komunitas Langit Selatan bersiap mengamati gerhana matahari total di SMKN 1 Maba. (Uyung/detikcom)
Alat solarscope di Maba (Uyung/detikcom)
Kerja bakti persiapan gerhana matahari total di kawasan Pantai Sangaji, Maba (Uyung/detikcom)