Turis asal Yunani, Christos, nekat bolos kerja demi melihat gerhana matahari total di Belitung.
"Saya bolos kurang lebih satu minggu. Saya sangat antusias," kata Christos saat berbincang dengan detikcom di Pantai Tanjung Tinggi, Belitung.
Christos yang berprofesi sebagai teknisi sekaligus guru matematika ini datang sendirian ke Belitung pada Minggu (6/3/2016). Ia tak sabar merasakan suasana yang mendadak gelap karena matahari tertutup bulan. "Posisi (matahari) sangat rendah dan bisa lihat korona yang menakjubkan secara lebih dekat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakuinya ia cemas dengan kondisi cuaca di Indonesia yang saat ini kerap hujan. Dia juga gagal membujuk teman-temannya ikut datang ke Indonesia karena masalah cuaca itu. Tapi ia tak merasa rugi kalaupun nanti mendung, sebab ia tetap bisa menikmati keindahan Belitung. "I love Indonesian people," ujarnya.
Selain turis seperti Christos, gerhana di Belitung juga menarik perhatian Sahal, pedagang sate asal Belitung Utara. Sehari-harinya ia berdagang di Membalong yang jauh dari sini Pantai Tanjung Kelayang tempat ia sementara menjajakan sate.
"Kata kawan, di Tanjung Kelayang bakal ramai karena gerhana, makanya saya coba dagang di sini," kata Sahal saat ditemui detikcom. Pantai Tanjung Kelayang memang jadi pusat pengamatan gerhana matahari total di Belitung.
Kemarin ia sudah merasakan omsetnya bertambah meski belum banyak. Ia berharap hari ini dan hari gerhana besok bisa lebih banyak. "Ya alhamdulillah, semoga besok bisa lebih ramai," kata mantan TKI di Arab Saudi ini.
Menyaksikan gerhana matahari total dan parsial pada 9 Maret 2016? Kirim foto jepretan Anda ke ke redaksi@detik.com disertai nama dan nomor kontak atau ke pasangmata.com. (okt/slh)











































