Kerja Sama Antar Negara OKI Penting untuk Boikot Produk Israel

Kerja Sama Antar Negara OKI Penting untuk Boikot Produk Israel

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Selasa, 08 Mar 2016 07:25 WIB
Kerja Sama Antar Negara OKI Penting untuk Boikot Produk Israel
Presiden Jokowi di KTT LB OKI (Foto: Laily/Setpres)
Jakarta - Langkah yang diambil oleh Presiden Jokowi dalam penutupan Konferensi Tinggat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (KTT LB OKI) ke 5, dinilai sejumlah pihak merupakan langkah yang benar. Namun diperlukan langkah pasti untuk merealisasikan niatan negara-negara Islam untuk memboikot produk Israel yang diproduksi di tanah pendudukan.

"Ini merupakan niatan baik Indonesia untuk memboikot produk Israel. Tapi harus bekerja sama dengan yang lainnya secara bersama-sama seperti tema KTT LB OKI yang mengharuskan setiap negara Islam saling bergandengan tangan," kata Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam (PSTTI) Universitas Indonesia, Dr. Abdul Muta'ali saat dihubungi detikcom, Senin (7/3/2016) malam.

Menurut Abdul, pertemuan negara-negara OKI tidak hanya mengagendakan tentang masalah konflik Israel- Palestina. Perlu langkah-langkah real dan komitmen negara-negara Islam lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Agenda KTT kali ini bukan saja menginggatkan kembali masyarakat Internasional untuk masalah konflik Israel-Palestina. Tentu perlu langkah serius, salah satunya setelah pertemuan OKI ini dilanjut dengan pertemuan menteri-menteri perekonomian antar negara OKI untuk membahas kesepakatan embargo produk Israel," ucapnya.

"Ini akan menjadi sebuah PR Geopolitik bagi Indonesia. Karena bukan hanya dikenal sebagai tuan rumah Asia-Afrika tapi juga bisa menjadi mediator yang handal," tambah Abdul.
Β 
Sejak awal, KTT LB OKI digelar dengan tujuan untuk menyepakati adanya aksi konkret apa yang bisa dilakukan untuk membuktikan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan sekadar wacana. Salah satunya melalui aksi boikot terhadap produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan.

"Penguatan tekanan kepada Israel, termasuk boikot terhadap produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan," kata Jokowi saat memberi Press Statement.

Penolakan tegas juga diserukan terhadap pembatasan akses beribadah ke Masjid Al-Aqsa serta tindakan Israel mengubah status-quo dan demografi Al-Quds Al-Sharif. (adf/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads