Tim dari LAPAN memasang teleskop besar berwarna putih yang terhubung dengan berbagai perangkat lainnya, Senin (7/3/2016). Sementara tim NASA tampak mengotak-atik teleskop hitam dengan sebuah kamera digital yang terpasang di atasnya.
Pengecekan peralatan ini menarik perhatian warga sekitar. Mereka berkerumun menyaksikan kesibukan tim yang arenya diberi tali pembatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maba ini lokasinya istimewa karena punya durasi (gerhana matahari) paling lama, sekitar 3 menit 15 detik," kata peneliti LAPAN, Immanuel Sungging saat ditemui di lokasi.
Foto: Uyung/detikcom |
Cuaca di Maba saat pengecekan alat pada sekitar pukul 17.00 WIT berawan. BMKG memang memprakirakan sejumlah daerah yang menjadi lintasan gerhana matahari total, cuacanyaย kemungkinan berawan.
Tim LAPAN sambung Immanuel akan mengamati korona yaitu lapisan atmosfer bagian atas matahari. "Tiga menit ini sangat berhaga bagi kami," imbuhnya.
(Baca juga: NASA Akan Gunakan Teknologi Terbaru Saat Amati Gerhana di Indonesia)
Uyung/detikcom |
Sementara tim NASA akan menggunakan peralatan canggihnya untuk mendeteksi suhu dan kecepatan elektron di permukaan matahari. Alat yang dibawa oleh NASA juga akan mengambil citra gerhana.
Uyung/detikcom |












































Foto: Uyung/detikcom
Uyung/detikcom
Uyung/detikcom