Timses Akom Dorong Munas Golkar Segera Digelar

Timses Akom Dorong Munas Golkar Segera Digelar

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 07 Mar 2016 19:05 WIB
Timses Akom Dorong Munas Golkar Segera Digelar
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Munas Golkar kembali tidak jelas menyusul keputusan MA yang memenangkan kubu Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie. Tim sukses caketum Ade Komarudin, Bambang Soesatyo, berharap agar munas segera dilakukan.

"Saya berharap munas tak lama-lama, ketidakpastian ini menggangu pilkada serentak," ungkap Bambang di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/3/2016).

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini mengatakan bahwa ketidakjelasan penyelenggaraan Munas memang dikarenakan keputusan MA. Padahal sebelumnya rapat harian DPP Golkar sudah hanya tinggal mengesahkan panitida dan mekanisme Munas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tampaknya keputusan MA membuyarkan rencana itu, tiba-tiba rapat ditunda tak jadi digelar dan saat ini kapan keputusakan munas atau munaslub belum jelas. Yang pasti saya sebagai Bendum Munas Bali," ucap Bamsoet.

Timses Akom sendiri masih terus melakukan sosialisasi dan penggalangan dukungan keliling daerah. Bamsoet mengaku ketidakjelasan kapan diselenggarakannya munas cukup mengganggu kerja tim.

"Sulit kalau mengatakan tak terganggu, karena ini menimbulkan ketidakpastian, saya percaya ARB mengambil keputusan yang bijak," tutur Ketua Komisi III DPR itu.

Kini para caketum pun masih menunggu keputusan pimpinan Partai Golkar. Ketum Golkar dan waketumnya, versi Munas Riau, yakni Ical dan Agung Laksono kabarnya telah menggelar rapat pekan lalu terkait progres munas usai keputusan MA.

"Saya belum dapa informasi, beliau-beliau tetap ingin mencari jalan keluar yang win-win solution lah, pihak Bali dihargai, itu putusan MA harus diakui, namun juga kesepakatan munas islah tetap dilaksanakan," kata Bamsoet.

Jika munas terus-terusan ditunda, maka Partai Golkar terancam tak bisa mengikuti Pilkada pada 2017. Protes-protes sudah mulai berdatangan dari daerah.

"Kan sebetulnya yang bersuara di daerah karena kalau nggak jelas dikhawatirkan akan ganggu persiapan pilkada. Mereka khawatir akan tidak ikut mengingat siapa yang akan diakui," jelas Bamsoet.

"Kita harapkan kemelut tidak berkepanjangan. Harus ada solusi sesegera mungkin dari kita Munas Bali. Manakala Pemerintah bersikukuh tidak mau memberi SK munas Bali karena akan banyak di daerah yang dikorbankan," sambungnya.

Meski begitu, Bamsoet mengaku menghormati apapun pertimbangan dari Ketum Golkar. Akom pun disebutnya akan tetap mendeklarasikan diri sebagai caketum Golkar pada 11 Maret nanti.

"Tapi ini tergantung pada Pak Ical. Kita menunggu keputusan pak Ical. Bukan orang-orang di sekitar Pak Ical," tutup Bamsoet.

(ear/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads