Para pendukung Ambar tidak sepakat dan menolak kalau masalah PAW tersebut hanya karena Anggota Komisi VI ini sudah tidak produktif. Selama ini Ambar memang sakit, namun dia tetap rajin mengunjungi konstituennya di DIY.
"Meski Pak Ambar sakit, bersama tim Jaringan Ambar Tjahyono (JAT) masih terus aktif turun ke bawah, berdialog dan memberikan program-program pemberdayaan rakyat," kata Sugianto dari Kulonprogo kepada wartawan di Hotel Bintang Fajar Yogyakarta, Senin (7/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DPP harus hati-hati dalam mengambil keputusan masalah PAW Pak Ambar ini," ungkap Sugianto yang juga anggota DPRD Kulonprogo itu.
Meski dalam kondisi sakit kata Sugianto, Ambar bersama JAT masih intens mengunjungi dapilnya. Ambar terakhir melakukan kegiatan pada 19-21 Februari 2016 lalu. Ambar bersama JAT mengunjungi tujuh titik di Sleman, Bantul, dan Kulonprogo.
"Akhir Maret mendatang akan melakukan kunjungan lagi di daerah lainnya," katanya.
Sementara itu Kepala Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul Murdiyanto menambahkan Ambar Tjahyono sangat aktif memfasilitasi bantuan dari kementerian yang menjadi mitra kerja Komisi VI.
"Programnya efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat, seperti bantuan peralatan usaha, pelatihan UKM, pendampingan usaha kecil," kata Murdiyanto.
Dia mencontohkan adanya manfaat dari Ambar untuk warga desa seperti bantuan alat perontok padi dari Kementerian Perindustrian. Pada periode lalu, Ambar juga paling rajin mengunjungi daerah-daerah yang jadi dapilnya.
"Sekarang juga masih dilakukan meski dalam kondisi sakit," pungkas Murdiyanto.
(bwn/tor)











































