Kapolsek Pasar Minggu Kompol Zaky Nasution mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.
"Anggota masih di lapangan untuk mencari korban. Sampai saat ini belum ditemukan, masih masih bekerja, doakan saja," kata Zaky saat dihubungi detikcom, Senin (7/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami masih berusaha terus untuk mencari korban," imbuh Zaky
Saat dihubungi terpisah, ayahanda Nuri, Budi, mengaku sempat menerima informasi bahwa Nuri ada di sekitar Condet.
"Katanya ada di Condet, tetapi tidak tahu di mananya," kata Budi.
Selain itu, Budi juga mendapatkan informasi bahwa putrinya itu ada di Pasar Minggu, Jaksel. Informasi ini didapat dari teman sekolah korban.
"Ada yang ngabarin kalau anak saya ada di tempat bekas kebakaran di Pasar Minggu. Tetapi saya juga belum mengeceknya, masih saya koordinasikan sama polisi," tambahnya.
Saat ditanya apakah Budi mengenal seseorang di Condet yang mungkin ditemui korban, ia tidak tahu pasti. "Tetapi pacarnya yang dulu itu tinggalnya di Condet. Tapi saya juga tidak tahu di mana Condetnya," kata Budi.
Budi mengatakan, anaknya memang pernah ketahuan olehnya berpacaran. "Dulu pernah ketahuan sama saya di BBM-nya itu ada cowok. Saya pernah bilang kalau kamu pacaran lagi nanti saya kasih tahu keluarga besar di kampung, dia takut kalau saya bilangin begitu," ujar Budi.
Nuri menghilang sejak Minggu (6/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelumnya ia berpamitan hendak menemui temannya di Pasar Minggu, Jaksel.
Tetapi kemudian Nuri mengirimkan SMS yang isinya meminta tolong kepada kedua orangtuanya bahwa dirinya dibawa oleh perempuan yang tidak dikenal, sehingga membuat orang tua cemas. Orang tua Nuri pun kemudian melapor ke Polsek Pasar Minggu. (mei/dhn)










































