Nuria awalnya berpamitan kepada ibunya, Khoriah, untuk pergi ke rumah temannya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Minggu (6/3) sekitar pukul 10.00 WIB.
"Anak saya pamit mau ke rumah temannya. Itu biasanya naik angkot M15. Kami kan tinggal di Tanjung Barat," kata ayah Nuria, Budi, saat dihubungi detikcom, Senin (7/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian anak saya sekitar pukul 11.00 siang itu SMS. Saya baru baca setengah jam kemudian. Isinya 'ma pa tolongin Nuri, Nuri dibawa sama cewek enggak kenal. Nuri dibawa ke rumah kosong, Nuri takut pa'," jelas Budi.
Setelah membaca SMS tersebut, Budi langsung mencoba menghubungi nomor handphone Nuria. Tetapi sayang, nomor korban ternyata tidak aktif.
Mendapat SMS tersebut, kedua orang tua korban kemudian melapor ke Polsek Pasar Minggu. Tidak lama setelah melapor, Budi mendapatkan panggilan dari nomor tidak dikenal.
"Kemudian kemarin siang juga ada yang SMS saya dari nomor lain, isinya 'ni ketemu Nuri'. Cuma saya telepon nomornya tidak aktif. Sudah itu terakhir," lanjutnya.
Sampai sore ini, keberadaan Nuri belum diketahui. Pihak Polsek Pasar Minggu, menurut Budi, sudah datang ke rumahnya di Tanjung Barat sekitar pukul 11.00 WIB siang tadi untuk mengumpulkan informasi.
Terakhir, Nuri mengenakan kerudung, baju motif kotak-kotak warna ungu, celana jeans dan sepatu Nike. Tinggi badan Nuri sekitar 155 Cm dan berkulit sawo matang. Apabila ada yang melihat Nuri, harap hubungi Polsek Pasar Minggu. (mei/hri)










































