"Kita membicarakan tentang situasi Timur Tengah dengan Islam, bagaimana kita bersatu dan mendorong Palestina menyelesaikan masalah-masalah ini," ujar JK di Gedung JCC Senayan, Jakarta, Senin (7/3/2016).
JK menyampaikan, sejauh ini dukungan terus mengalir untuk kemerdekaan Palestina. Ketua Dewan Kehormatan Masjid (DKM) ini menegaskan, Palestina tidak berdiri sendiri dalam memperjuangkan haknya karena Indonesia terus mendorong itu terwujud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK juga mendorong agar perundingan antara Palestina dan Israel juga bisa dilanjutkan sesuai dengan roadmap yang sudah dibuat sejak awal. Namun apabila masih sulit tercapai, maka Indonesia tidak menutup kemungkinan akan memfasilitasi pertemuan antara kelompok Hamas dan Fatah.
"Ya kalau memang dibutuhkan karena Indonesia memiliki peranan strategis. Kita memang selalu terlibat dengan konflik itu, tapi tidak bisa terlepas dengan peranan negara seperti Turki, Mesir, Iran, Qatar, karena mereka sebenarnya yang mempunyai peranan politik yang penting di sana," kata JK.
Selain membahas masalah Palestina, JK bersama Azerbaijan dan Turki juga sepakat meningkatkan hubungan kerja sama di bidang perdagangan, sumber daya manusia, kebudayaan dan sebagainya. JK mengungkapkan, saat ini Indonesia mengimpor minyak dari Azerbaijan. JK juga ingin mengundang pengusaha Azerbaijan untuk berinvestasi di Indonesia dalam pengembangan infrastruktur hilir.
Sedangkan hubungan diplomatik Indonesia dengan Turki juga sudah terjalin baik sejak lama. Ia ingin agar kedua negara bisa bekerja sama dengan lebih baik lagi dalam menyebarkan nilai-nilai Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin, toleransi dan moderasi. Bahkan menurut JK, banyak komoditi yang telah diekspor ke sana.
Selain itu, di bidang keamanan mereka juga sepakat bekerja sama dalam intelijen, kepolisian dan special forces. (aws/hri)











































