"Ditanya dari rumah ke rumah, door to door," kata Ketua KPU DKI, Sumarno, kepada detikcom, Senin (7/3/2016).
Agustus hingga September 2016, KPU DKI melakukan verifikasi. Ada dua macam, yakni verifikasi administrasi berupa pengecekan dokumen dan verifikasi faktual berupa pengecekan secara fisik alamat yang tercantum dalam formulir dukungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas pemilu yang bakal memverifikasi itu sebelumnya akan menjalani Bimbingan Teknis (Bimtek) pada bulan Juni 2016. Mereka inilah yang bakal mengkonfirmasi, apakah dukungan itu benar adanya seperti yang tercantum dalam formulir dukungan 'B1 KWK Perseorangan' atau hanya klaim hoax.
"B1 KWK itu di-cluster per kelurahan. Nanti petugas akan menanyakan dari rumah ke rumah. Kalau yang diverifikasi bilang, 'Oh, enggak mendukung', ya kita coret. Berarti dukungan berkurang satu," kata Sumarno. (dnu/tor)











































