Rapat pleno Golkar sudah ditunda dua kali, padahal rapat tersebut menjadi ajang penetapan jadwal dan panitia Munas. Tanpa rapat tersebut, progres Munas tidak bisa berjalan.
"Walaupun sangat teknis soal kepanitiaan dan kepesertaan, tapi itulah sesungguhnya kunci dari persoalan pelaksanaan Munas ini," kata Ketua DPP Golkar hasil Munas Riau, Agun Gunanjar kepada wartawan, Senin (7/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Duduk bersama, bicarakan bersama, putuskan bersama dalam forum-forum silaturahmi (lobi) dan putuskan dalam rapat resmi, rapat pleno DPP," ungkapnya.
Saat ini, semua parpol menghadapi tantangan untuk bisa mempersiapkan diri menuju Pilkada dan Pileg. Golkar bisa kembali terpuruk bila tidak memanfaatkan momen rekonsiliasi ini untuk munas/munaslub.
"Waktu sungguh sangat berarti, jangan sia-siakan momentum munas/munaslub yang sudah disepakati untukย menjadikan Partai ini kembali solid, kuat dan bersatu. Hanya dengan cara ini diyakini Golkar akan bangkit kembali," ucap Agun.
Kader-kader di daerah pun mulai bertanya-tanya tentang masa depan Golkar. Mereka membutuhkan kepastian agar tidak ragu menjelang Pilkada.
"Janganlah semangat untuk segera melaksanakan Munas ini menjadi redup kembali dan memunculkan keraguan di sana-sini," pungkasnya. (imk/tor)











































