9 Orang Meninggal Terkena DBD dan 6 Orang karena Leptospirosis di DIY

9 Orang Meninggal Terkena DBD dan 6 Orang karena Leptospirosis di DIY

Edzan Raharjo - detikNews
Minggu, 06 Mar 2016 02:12 WIB
9 Orang Meninggal Terkena DBD dan 6 Orang karena Leptospirosis di DIY
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra-detikcom
Yogyakarta - Pada musim penghujan, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Leptospirosis mengancam warga Yogyakarta. Sejak awal tahun, tercatat ada 9 orang meninggal dunia karena demam berdarah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinkes DIY, Daryanto Chadorie mangatakan, kasus DBD di Yogyakarta tercatat 160 kejadian dimana 3 orang meninggal dunia.

Di Kabupaten Bantul sebanyak 268 kasus dan 1 orang meninggal, Kabupaten Kulonprogo terdapat 41 kasus dengan 1 orang meninggal. Sementara di Kabupaten Gunungkidul terdapat 239 kasus dan meninggal 1 orang dan di Kabupaten Sleman terdapat 148 kasus dengan korban meninggal 3 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk DB ini meninggal karena keterlambatan periksa dokter karena dikira demam biasa. Biasanya itu kalau hari kesatu, kedua itu demam naik, pada hari ke 3 turun. Nah warga terkecohnya di sini, padahal itu fase kritis," kata Daryanto di Yogyakarta, Sabtu (5/3/2016).

Sementara itu, untuk kasus leptospirosis  tercatat 15 kasus di Kabupaten Bantul dengan  5 orang meninggal. Di Kabupaten Sleman 1 kasus dan Kuloprogo 1 kasus dengan 1 orang korban meninggal.

Pada tahun 2015 lalu kasus leptospirosis cukup tinggi sebanyak 131 kasus dan korban meninggal 13 orang yang tersebar di kabupaten kota di DIY.

Kasus leptospirosis ini terkait erat dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Setiap selesai beraktivitas warga diminta untuk mencuci tangan dengan sabun.

Adanya genangan-genangan air di lingkungan rumah harus dihindari karena bisa menjadi tempat penyebaran leptosipirosis.

"Gejalanya panas, mata merah, nyeri tulang, lemas, mual, mata kekuing-kuningan. Sebaiknya kalau sudah merasakan demam 2 hari segera mengakses fasilitas kesehatan," kata Daryanto. (fdn/fdn)


Berita Terkait