"Rapat pleno sebagai kelanjutan rapat harian diharapkan memberi kepastian terkait jadwal munas dan panitia munas," ujar Airlangga dalam pesan singkatnya, Sabtu (5/3/2016).
Keputusan MA diharapkan tak mengesampingkan kesepakatan islah yang ditandatangani Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono yanng disaksikan Jusuf Kalla. Kepentingan partai ke depan untuk rekonsiliasi dua kubu harus diperkuat dan diprioritaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga DPP bisa berpikir jernih dan elegan untuk menyelesaikan konflik dan tak menyurutkan semangat rekonsiliasi yang hampir selesai," katanya.
Sebagaimana diketahui bahwa sebelumnya, MA mengeluarkan putusan kasasi menolak gugatan kubu Agung Laksono. Putusan ini sontak memberikan penguatan kepada kepengurusan Munas Bali yang dipimpin Ical.
Airlangga menambahkan ada beberapa agenda nasional penting yang akan diikuti Golkar seperti Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019. Belum lagi agenda Pilkada serentak 2017 dan 2018. Golkar harus bangkit sebagai partai besar yang mengakar dan melaksanakan kepartaian secara modern.
"Perbaikan yang terus menerus dilakukan sistematis. Memperjuangkan aspirasi rakyat harus dilakukan dengan melaksanakan fungsi kepartaian secara modern," paparnya. (fiq/imk)











































