Sebelum berangkat ke Maba, beberapa anggota NASA menggelar konferensi pers di @america, Pacific Place, Jakarta. Salah satu hal yang jadi perhatian para peneliti adalah masalah cuaca. NASA cukup khawatir saat gerhana matahari total tiba, cuaca di Maba kurang bersahabat.
"Saat ini di Indonesia musim hujan, sebenarnya kami tidak terlalu yakin akan beruntung. Tapi kami sangat berharap cuaca akan cerah 9 Maret nanti. Semoga kami beruntung!" ujar peneliti NASA, Madheelika Gahathakurta, Jumat (4/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami terus mencari setiap hari spot mana di sana yang kira kira tidak hujan," tambah dia.
Namun NASA mengaku sangat sulit memantau cuaca di Maba karena saat ini musim hujan merata. Ditambah lagi dengan gerhana yang terjadi di pagi hari membuat mereka kesulitan membedakan kondisi awan.
"Antara awan mendung dan awan di pagi buta itu karakternya hampir sama. Tapi ini yang kemudian menjadi tantangan buat kami para peneliti," tuturnya.
Dalam momen gerhana matahari total tahun ini, NASA bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) memang telah memutuskan akan melakukan pengamatan dan penelitian di Maba, Halmahera, Maluku Utara. NASA mendapat rekomendasi LAPAN soal pemilihan tempat, dengan pertimbangan cuaca di wilayah timur Indonesia kemungkinan hujannya lebih kecil dibanding dengan wilayah barat. (rna/rna)











































