Hadir dalam diskusi tersebut, sesepuh sepakbola Tangerang, pengurus klub-klub, pelatih dan mantan pemain Persita Tangerang. Dari unsur pelatih tampak Wiganda Saputra, pelatih Persita U-21 dan eks Timnas Primavera. Sementara dari unsur pemain diwakili Ilham Jaya Kesuma, mantan striker Timnas dan Persita.
Tantowi mengungkapkan keinginannya untuk dapat menjadikan sepakbola sebagai ikon perekat persatuan seluruh komponen masyarakat Banten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tantangan Banten, tambah pendukung berat Arsenal ini, tidaklah seberat di Afsel. Dengan begitu, Tantowi optimis akan dapat lebih mudah mengatasinya.
"Tantangan Banten yang nyata adalah soal kesenjangan antar kawasan, sehingga ini seperti membelah Banten jadi dua, ada daerah yang makmur dan miskin. Pada perkembangannya, secara sosiologis keduanya seakan memiliki stereotype masing-masing. Makanya ikon baru harus hadir dan itu bisa melalui olah raga yang diterima semua kalangan," paparnya.
Menanggapi wacana yang ditawarkan Tantowi, Ilham Jaya Kesuma menyambut baik lahirnya ikon Banten dari olah raga, termasuk ide Banten FC yang digulirkan Tantowi sejak beberapa bulan terakhir.
"Saya setuju olah raga sebagai pemersatu di suatu wilayah, baik negara maupun provinsi, karena selain digemari masyarakat, juga memiliki nilai sportifitas," ujar pemain yang pernah menjadi topskor Liga Indonesia pada tahun 2002 dan 2004 ini.
(miq/miq)










































