Hal tersebut disampaikan Ahok usai menonton Film 'Jingga' bersama para penyandang disabilitas, di Djakarta Theater XXI, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (4/3/2016). Sutradara sekaligus produser film tentang tunanetra itu, Lola Amaria, juga berada di samping Ahok, bersama para pemeran film lainnya.
"Malah Jakarta banyak sekali yang guiding block kuning itu, itu asal proyek saja, tabrak di pohon, di tiang," kata Ahok.
"Bolong-bolong lagi," timpal Lola.
Ahok menyadari pembangunan blok-blok warna kuning dengan tonjolan khas di trotoar itu tak sempurna, malah seperti terkesan asal-asalan dipasang. Arahnya terkadang bisa menyesatkan tunanetra untuk menabrak benda yang seharusnya dihindari saat berjalan.
Ke depan, Ahok ingin semua trotoar dirombak. Trotoar akan dibikin rata dan lebar, tentu saja dengan guiding block yang benar dan tak menyesatkan tunanetra yang kadang berjalan memakai tongkat.
"Bahkan semua taman harus ada guiding block. Kita uji coba di Monas seperti apa," kata Ahok.
Jalur pejalan kaki (pedestrian) bakal tak lagi dibikin menggunakan material konblok sebagaimana trotoar saat ini. Ahok ingin jalur pedestrian bertekstur rata. Maksudnya bagaimana?
"Kita sudah bekerjasama dengan beberapa produsen yang (bisa mengerjakan jalur pedestrian) langsung disemen itu. Kita penginnya rata," ujar Ahok.
Pembangunan gedung juga tak boleh mengganggu jalur pedestrian. Jalur pedestrian harus tetap rata.
"Saya juga enggak mau anda masuk ke gedung yang bikin tinggi, sehingga nanti jalur pedestrian kami jadi ikut miring. Saya enggak mau," kata Ahok. (dnu/rna)











































