Boy Sadikin: Saya Mundur dari Ketua PDIP DKI karena Konflik Internal

Boy Sadikin: Saya Mundur dari Ketua PDIP DKI karena Konflik Internal

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 04 Mar 2016 17:32 WIB
Boy Sadikin: Saya Mundur dari Ketua PDIP DKI karena Konflik Internal
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Boy Sadikin mengajukan pengunduran diri dari Ketua DPD PDIP DKI Jakarta. Ia membantah meminta mundur karena tidak diakomodir PDIP untuk maju di Pilgub DKI.

"Alasan saya mengundurkan diri karena saya ditolak (maju Pilgub DKI), saya bantah. Bagaimana ditolak, saya belum mencalonkan. Saya mundur bukan karena persaingan pilkada," ungkap Boy di rumahnya, Jl Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/3/2016).

Menurut Boy, ia mengirimkan surat pengunduran diri karena memiliki konflik di internal DPD PDIP. Boy pun membantah bahwa ia keluar dari partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu karena ingin berpaling ke partai lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mundur bukan karena persaingan pilkada. Ada ketidakcocokan saya di internal. Ini masalah internal partai. Ada konflik sedikit. Karena saya pikir kalau tetap saya akan menggangu partai. Jadi lebih baik mandiri," kata Boy.

"Belum ada surat balasan (soal pengunduran diri), saya menunggu saja. Kalau di partai saya tetap. Saya tidak benar mau pindah ke partai lain. Kalau ada yang menggandeng saya, saya katakan terima kasih tapi saya katakan saya belum bisa jawab," sambung putera Ali Sadikin itu.

Pengunduruan diri Boy disebut-sebut karena DPP lebih memilih Gubernur DKI incumbent Basuki T Purnama (Ahok) untuk dijagokan dalam Pilgub 2017. Termasuk wacana Wagub DKI Djarot saeful Hidayat yang akan dipasangkan dengan Ahok.

"Tidak, tidak ada. Sekarang saja baru selesai penjaringan dari DPC, baru ke DPD baru ke DPP. Di pintu DPC, memang benar nama saya masuk, ada pak Djarot, ada pak Pras (Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi). Tapi DPP kan ada pintu juga," ucap Boy.

Boy juga membantah bahwa ia berkonflik dengan Prasetyo dan Djarot. Sementara itu soal PDIP yang akan mengusung Ahok, kata Boy, dari hasil penjaringan DPC belum muncul nama mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

"Kalau di kawan-kawan bawah di DPC kami belum dengar, belum ada komunikasi. Itu kan di atas, Ahok kan kalau komunikasi ke DPP," tutur Boy.

"Suara DPC belum tentu mutlak. Bisa keluar, bisa saja suara atas lebih jago, ya DPP. Ada 3 pintu yaitu DPC, DPD, DPP. Calonnya bisa beda-beda, bisa juga ambil dari eksternal. Kayak dulu pak Jokowi, ada DPC yang nggak memilih, lebih pilih dukung pak Foke. Tapi yang dipilih DPP tetap pak Jokowi," imbuhnya.

Meski begitu menurut Boy, nantinya keputusan dari partai tetap satu yakni dari DPP. Lantas apakah jika PDIP kemudian memutuskan untuk memilih Boy dalam Pilgub DKI, apakah bersedia maju?

"Saya masih menunggu (keputusan soal pengunduran diri), lihat nanti. Masih nunggu wangsit," tutup Boy.

(elz/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads