Mengenal Heru Budi Hartono, PNS DKI yang Dilirik Ahok Jadi Cawagub

Mengenal Heru Budi Hartono, PNS DKI yang Dilirik Ahok Jadi Cawagub

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Jumat, 04 Mar 2016 16:13 WIB
Mengenal Heru Budi Hartono, PNS DKI yang Dilirik Ahok Jadi Cawagub
Foto: Ayunda W Safitri
Jakarta - Heru Budi Hartono telah mencuri perhatian Basuki T Purnama (Ahok). Namanya disebut-sebut untuk menjadi calon pendamping alternatif Ahok dari kalangan PNS untuk maju dalam laga Pilgub DKI 2017.

Dikutip detikcom dari berbagai sumber, Jumat (4/3/2016), sebelum menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI, Heru pernah menjadi Wali Kota Jakarta Utara. Ia dilantik orang nomor satu di kawasan utara Ibu Kota itu pada 13 Januari 2014 ketika Gubernur DKI Jakarta masih dijabat Joko Widodo yang kini menjadi Presiden RI.

Heru mengawali kariernya di birokrasi DKI sejak tahun 1993. Kala itu pria kelahiran Medan itu menjadi Staf Khusus Wali Kota Jakarta Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian Heru menjadi Staf Bagian Penyusunan Program Kota Jakarta Utara tahun 1995. Empat tahun berselang, tepatnya pada 1999, Heru diangkat menjadi Kasubag Pengendalian Pelaporan Kota Jakarta Utara.

Setelahnya, Heru menjadi Kasubag Sarana dan Prasarana Kota Jakarta Utara pada 2002 silam. Dilanjutkan lagi dengan menjadi Kepala Bagian Umum Kota Jakarta Utara tahun 2007.

Setahun kemudian, ia menjadi Kepala Bagian Prasarana dan Sarana Perkotaan Kota Jakarta Utara. Kariernya terus moncer, setelah itu Heru menjadi Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH dan KLN) Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2013.

Hanya berselang setahun, Heru menjadi Wali Kota Jakarta Utara berpasangan dengan Tri Kurniadi hingga 2 Januari 2015 lalu. Ia kemudian diangkat menjadi Kepala BPKAD DKI  sampai dengan saat ini.

Mengenai riwayat pendidikan, Heru pernah bersekolah di SDN 8 Jakarta Pusat kemudian pindah ke Pakistan sampai dengan tahun 1977. Setelah lulus, ia kemudian masuk SMP PSKD 1 Jakarta Pusat.

Lulus dari bangku sekolah tingkat pertama, Heru melanjutkan pendidikan ke SLTA Kerajaan Belanda di Den Haag. Untuk S1 dan S2, dia selesaikan di Universitas Krisna Dwipayana Jakarta.

Bukan kali ini saja Ahok sesumbar ingin menggandeng Heru untuk berduet. Adapun pertimbangan Ahok menggandeng Heru dalam Pilgub DKI salah satunya adalah untuk membuktikan kepada publik bahwa masih ada PNS yang bekerja dengan baik dan jujur.

Namun Ahok belum dapat memastikan apakah dirinya benar akan menggandeng Heru sebagai bakal cawagubnya. Sebab ia masih menunggu pernyataan sikap dari PDI Perjuangan untuk memberinya izin duet dengan Djarot Saiful Hidayat yang kini menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. (aws/van)


Berita Terkait