Soal Bungkus Kabel, Kapolda: Kemungkinan Sabotase Kecil, Kelalaian Didalami

Soal Bungkus Kabel, Kapolda: Kemungkinan Sabotase Kecil, Kelalaian Didalami

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 04 Mar 2016 15:25 WIB
Soal Bungkus Kabel, Kapolda: Kemungkinan Sabotase Kecil, Kelalaian Didalami
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian kemungkinan adanya sabotase terkait sampah bungkus kabel yang membuat gorong-gorong kawasan Istana, sangat kecil. Sementara kemungkinan adanya kelalaian dari pihak PLN masih didalami.

"Kecil (kemungkinan), sementara ya. Sementara ini saya belum menemukan unsur sabotase," kata Irjen Tito kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (4/3/2016).

Soal kemungkinan kelalaian dari pihak PLN, Kapolda mengatakan pihaknya akan mendalami hal itu. "Kelalaian mungkin bisa. Nanti kita lihat SOP-nya PLN seperti apa," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tetapi sementara ini, pihak kepolisian belum menyimpulkan adanya tindak pidana dalam kasus tersebut. Soal dugaan adanya pencurian pun tengah didalami dengan mencari residivis kasus pencurian kabel tahun 2015 lalu.

Kapolda menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap pihak PLN, kabel tersebut kemungkinan milik PLN. PLN memberi keterangan bahwa kabel lama tersebut tidak diangkat karena ongkosnya yang tinggi sehingga kemudian kemungkinan dimanfaatkan oleh pelaku pencurian kabel.



Polisi menilai ada kecenderungan PLN membirkan kabel lama itu sehingga dimanfaatkan pelaku pencurian.

"Nah menurut keterangan PLN itu kabel ini yang ditanam di bawah tanah ada yang tidak digunakan kemudian mereka membentuk jaringan baru. Nah jaringan lama ini enggak diangkat karena biaya untuk ngangkatnya itu lebih tinggi dibanding nilai ekonomisnya dari kabel bekas yang sudah bertahun-tahun itu," jelas Tito.

Kemungkinan dengan tidak diangkatnya kabel lama itu, kemudian dimanfaatkan oleh pelaku pencurian kabel.

"Sehingga ada kecenderungan mendiamkan di sana. Nah ini menjadi potensi karena kabel itu di dalamnya ada tembaga atau timah," ungkapnya.

(mei/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads