Ryamizard mengaku sudah dua minggu ini setiap akhir pekan 'blusukan' ke permukiman warga masyarakat di kampung-kampung untuk mencegah agar mereka tak terkena paham radikalisme. Kepada warga, dia menjelaskan bahwa tindakan membunuh orang tidak akan mendapat ganjaran surga.
"Saya dua minggu ini tiap weekend masuk ke warga. Saya sampaikan bunuh orang kok masuk surga. Tidak bener itu. Surga mana, surga Kalijodo. Bunuh orang kok jihad. Harus dijelaskan sampai ke kampung-kampung," kata Ryamizard di Balai Media Kementerian Pertahanan jalan Medan Merdeka Barat nomor 13-14, Jakarta, Jumat (4/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya blusukan ke kampung-kampung, Kementerian Pertahanan juga bertemu dengan sejumlah rektor. Kepada para rektor tersebut, Kemenhan menyamakan persepsi untuk sama-sama menghadapi paham ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).
(erd/erd)











































