"Operasi ini kita gelar untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di Palembang. Aksi premanisme menjadi target kami," kata Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede kepada detikcom, Jumat (4/3/2016).
Dia menjelaskan, operasi preman ini sudah berjalan dalam sebulan terakhir. Pihak Polresta Palembang menurunkan tim berpakaian sipil yang ditugasi di sejumlah angkutan kota, terutama bus kota.
![]() |
"Kita selalu menerima laporan dari sejumlah korban pencopet. Preman yang beraksi di bus kota menjadi salah satu sasaran kita. Sudah dua pencopet kita beri tindakan tegas melumpuhkan kakinya dengan tembakan," kata Maruly.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap melakukan aksinya mereka ini berkelompok minal empat orang. Mereka punya peran masing-masing yang seolah-olah juga merupakan penumpang. Sasaran mereka penumpang yang duduk sendirian," kata Maruly.
Sasaran lainnya adalah kelompok debt collector atau penagih hutang. Kelompok penagih hutang ini sebagian besar juga dilaporkan merupakan preman yang selalu mengintimidasi masyarakat.
"Kita targetnya hanya debt collector yang menggunakan kekerasan. Mereka berasal dari luar kota Palembang," kata Maruly.
Operasi lainnya, lanjutnya, juga mengarahkan kepada kelompok preman yang selalu memalak sopir truk yang akan masuk wilayah kota. Sasaran para preman itu, selalu truk yang mengangkut karet dari luar kota menuju ke pabriknya di Palembang.
Sopir truk selama ini mengeluhkan aksi para preman pemalak ini. Setiap kali mengantarkan karet ke lokasi pabrik, para preman dengan sengaja meminta bayaran sekali masuk minimal Rp 50 ribu. Aksi para preman ini sangat meresahkan.
"Kelompok preman pemalak ini beraksi di wilayah perbatasan kota. Begitu juga pada kelompok preman begal sudah banyak yang kita tangkap selama operasi ini berlangsung," kata Maruly.
Catatan pihak Polresta Palembang, dalam operasi ini mengamankan 5 pucuk senjata api. Preman membawa senjata tajam 4 kasus dengan barang bukti 4 sajam. Untuk kasus kekerasan dan penodongan ada 8 kasus. Pencurian dengan pemberatan ada 13 kasus.
"Total selama sebulan terakhir operasi preman digelar kita menangani 30 kasus," tutup Maruly. (cha/dra)












































