"Hari Minggu (6/3) kita akan ketemu Sultan di rumahnya yang ada di Jakarta," ungkap Bambang kepada wartawan, Kamis (3/3/2016).
Menurut pria yang akrab disapa Bamsoet ini, pertemuan dengan Sultan untuk membicarakan soal tempat deklarasi. Ada tiga alternatif tempat strategis di Yogyakarta yang menurutnya bisa dijadikan lokasi deklarasi, yakni Monumen Yogya Kembali, Alun-alun Kidul, dan Benteng Vredeburg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bamsoet tidak menyebut alasan mengapa menjadikan Yogyakarta sebagai tempat Akom mendeklarasikan diri. Akom yang merupakan Ketua DPR itu berasal dari Jawa Barat.
"Kenapa tidak di Jawa Barat? Supaya tidak primodial. Tapi kita kemarin ke Jabar sebagai basis Akom dan seluruhnya bulat mendukung Akom. Ada 29 DPD II," ucap Bamsoet.
"Dari 29 yang sudah keluarkan surat dukungan secara spontan kemarin tanpa diminta. Yang empat menyusul karena sekretarisnya berhalangan tapi ketuanya ada di tempat," sambung Ketua Komisi III DPR itu.
Bamsoet mengklaim bahwa sudah ada 300 dukungan yang didapat oleh timses untuk Akom setelah melakukan sosialisasi ke daerah-daerah. Ia menargetkan untuk mendapat 350 surat dukungan dan baru akan berhenti keliling Indonesia.
"Sudah ada 300 lebih dari 19 provinsi. Kita ada perhitungan. Rata-rata yang kita datangi memberikan dukungan walaupun setelahnya mungkin memberi dukungan ke caketum lain. Kita nggak mau ambil semuanya. Kita stop kalau sudah 350," beber Bamsoet.
Untuk akhir pekan ini, Akom bersama timsesnya akan kembali melakukan safari untuk mencari dukungan. Semuanya menggunakan jet pribadi.
"Semua pakai pesawat pribadi. Karena kalau komersil enggak nguber, jadi lebih efisien dari segi waktu," ujar Bamsoet.
Sebelumnya Akom sempat dilaporkan ke MKD karena menumpai pesawat jet dan dinilai sebagai gratifikasi karena ia adalah pejabat negara. Namun Bamsoet menepis bahwa itu merupakan gratifikasi karena pesawat jet yang digunakan Akom adalah milik Bamsoet sendiri. (elz/hri)











































