"Jalur kabel kita adanya dari sana (menunjuk ke arah Jalan Sabang). Kalau ke sana (menunjuk arah Jl Medan Merdeka Selatan menuju Budi Kemuliaan) nggak ada," ujar Dwi kepada wartawan di Bundaran Patung Kuda, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (3/3/2016). Dwi datang untuk menunjukkan kabel yang dimiliki PT Telkom dan membandingkannya dengan sampah kabel yang ditemukan Dinas Tata Air.
Selain jalur Sabang-Thamrin, jalur kabel bawah tanah Telkom juga terpasang di dekat Istana lalu putar di Jl Pejambon. "Di sini (Jl Medan Merdeka Selatan) tidak ada," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami langsung bergerak ketika ada berita kemarin. Kami bandingkan dengan kabel yang saat ini kami gunakan. Dan itu (bungkus kabel di got) bukan kabel yang kami gunakan," tuturnya.
Dwi menunjukkan kabel milik Telkom (Adit/detikcom) |
Dwi juga menyatakan infrastruktur jaringan Telkom tidak melewati saluran air. "Kami keluar dari ductingย Telkom, bukan dari saluran air. Kami punya jalur sendiri," kata Dwi sambil menunjuk arah ke Jl Sabang).
Sampah bungkus kabel ditemukan sejak 24 Februari 2016. Hari ini ditemukan 2 truk sampah bungkus kabel sehingga total jumlah yang diangkut pasukan biru Dinas Tata Air sebanyak 17 truk sejak Rabu 24 Februari.
![]() |












































Dwi menunjukkan kabel milik Telkom (Adit/detikcom)