Hasil survei ini menunjukkan Setya Novanto yang belum lama mundur dari kursi Ketua DPR setelah persidangan MKD soal kasus "Papa Minta Saham" jadi caketum paling populer. Selain itu, Novanto juga terus muncul di berbagai pemberitaan seputar kasus di Kejagung.
"Ya karena memang dia ternyata sangat dikenal karena paling sering terekspos media," kata Direktur Eksekutif KedaiKOPI, Hendri Satrio, dalam paparan hasil survei di di Resto Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (3/3/2016).
Di bawah Novanto ada nama eks Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso dengan popularitas beda tipis dengan Ade Komarudin yang baru saja dilantik menjadi Ketua DPR menggantikan Novanto. Di bawah itu ada sejumlah nama caketum Golkar lain dengan tingkat popularitas yang cukup jauh di bawahnya.
Survei ini dilakukan antara 25 Februari-1 Maret 2016 dengan 500 orang responden yang tersebar secara proporsional di seluruh Indonesia. Responden adalah pengguna telepon yang dipilih secara acak (probability sampling) menggunakan metode sample acak sistematis. Komposisi responden di setiap daerah mempertimbangkan proporsi antara jumlah penduduk di setiap daerah.
Dengan menggunakan 500 responden, Margin of Error (MoE) survei ini sebesar +/- 4,38, pada tingkat kepercayaan 95%. Proses pengumpulan data dilaksanakan dari tanggal 29 Februari β 1 Maret 2016, melalui wawancara melalui telpon dan menggunakan kuesioner terstruktur. Responden adalah pemilih yang berusia 17 tahun ke atas/sudah menikah ketika survei dilakukan.
Meski demikian popularitas ini langsung berhubungan dengan elektabilitas, karena tingkat keterkenalan tidak selalu sejalan dengan tingkat keterpilihan. Untuk elektabilitas, KedaiKOPI belum melakukan survei karena para kandidat caketum baru mulai melakukan sosialisasi dan konsolidasi menuju Munas Golkar.
"Akan ada survei lanjutan mengenai elektabilitas," kata Hendri yang juga pakar politik dari Universitas Paramadina ini.
Berikut tingkat popularitas caketum Golkar versi survei KedaiKOPI:
Setya Novanto: 35,80%
Priyo Budi Santoso: 26,80%
Ade Komarudin: 25,00%
Syahrul Yasin Limpo: 20.00%
Idrus Marham:19,04%
Aziz Syamsuddin: 17,60%
Airlangga Hartarto:12,60%
Indra Bambang Utoyo:11,20%
Zaki Iskandar: 9,40%
Mahyudin: 8,40%
Selain itu survei ini juga membaca kriteria caketum Golkar yang dianggap bisa mendongkrak suara Golkar ke depan:
Berpengalaman lama di Golkar: 59,80%
Pernah menjadi pengurus DPP Partai: 9,80%
Pernah menjabat pimpinan MPR/DPR: 3,40%
Pernah menjabat ketua fraksi DPR: 3,20%
Tidak tahu/tidak jawab: 23,80%
Karakter ketum Golkar yang disukai publik:
Tidak pernah terlibat skandal korupsi: 24,80%
Tidak pernah terlibat skandal hukum: 20%
Bersedia mengundurkan diri dari jabatan jika terpilih: 10,40%
Bersedia mengakomodasi anak-anak muda: 7,40%
Mempunyai visi masa depan Golkar: 2,40%
Tidak tahu/tidak menjawab: 31,80%
Harapan publik tentang ketum Golkar ke depan:
Sebaiknya tidak rangkap jabatan di legislatif dan eksekutif: 42,89%
Harus mengundurkan diri dari jabatan lain jika terpilih: 13,83%
Dapat rangkap jabatan asal bekerja dengan baik: 13,23%
Tidak tahu/tidak menjawab: 26,30%
(tor/van)











































